Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Normalisasi Enam Sungai di Bali Masih Tahap Kajian, Sedimentasi Waduk Muara Jadi Prioritas

Rika Riyanti • Rabu, 17 September 2025 | 23:22 WIB

Sungai Taman Pancing Nyaris Meluap dan Dipenuhi Sampah
Sungai Taman Pancing Nyaris Meluap dan Dipenuhi Sampah

 

BALIEXPRESS.ID - Enam sungai di Bali diusulkan untuk dinormalisasi sebagai upaya mencegah terulangnya banjir besar.

Usulan tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster, saat bertemu dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, pada Senin (15/9).

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Nusa Penida, Gunawan Sunantoro, ketika ditemui Selasa (17/9), membenarkan bahwa usulan tersebut sudah diteruskan ke Menteri Pekerjaan Umum.

Namun, pelaksanaannya belum bisa dilakukan tahun ini karena masih dalam tahap kajian dan identifikasi.

Baca Juga: Terendah di Indonesia, Angka Kemiskinan di Kabupaten Badung Turun

“Salah satunya di waduk muara cukup tebal. Perlu dilakukan normalisasi. Terakhir kali itu 10 tahun lalu,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan, ketebalan sedimentasi di Waduk Muara Badung diperkirakan mencapai 270 ribu meter kubik.

Untuk pengerukan waduk tersebut saja, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp30 miliar.

“Sedangkan yang lain kami sedang mengukur ketebalan-ketebalan dan titik-titiknya kami tidak bisa dipastikan. Takutnya kami sampaikan ternyata lebih dari itu,” terangnya.

Baca Juga: Menko Polkam Dilantik Hari Ini, Nama Mahfud MD Mencuat Masuk Kabinet Merah Putih

Selain Waduk Muara Badung, normalisasi juga diajukan untuk Tukad Unda, Tukad Badung, Tukad Mati, dan Tukad Ayung.

Khusus di Tukad Unda, pemerintah merencanakan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti dam dan tanggul. “Untuk perlindungan ada di sana embung emang tergerus perlu perbaikan tanggul,” jelasnya.

Menurut Gunawan, Waduk Muara menjadi lokasi paling mendesak untuk ditangani, sementara Tukad Badung tidak terlalu signifikan.

Adapun Tukad Mati dan Tukad Ayung tetap memerlukan pengerukan.

Langkah ini, katanya, didorong oleh curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir.

“Sebenarnya kalau normal-normal saja tidak diperlukan tetapi karena memang kami sudah melihat curah hujan cukup tinggi diperlukan upaya-upaya khusus untuk penanganan di sana,” terangnya.

Untuk penanganan jangka pendek, BWS Bali–Nusa Penida menargetkan perbaikan tanggul yang jebol bisa dilakukan tahun ini.

Baca Juga: Nama Giri Prasta Tak Muncul, DPC PDIP Bangli Sepakat Usulkan Satu Calon Ketua DPD

Namun, normalisasi sungai diperkirakan baru bisa dimulai tahun depan dengan anggaran bertahap.

“Kami agak kesulitan harus sekaligus. Mungkin bertahap dan ini memang jangka menengah yang tidak cukup dilakukan setahun. Mungkin bisa start tahun depan,” ucapnya.

Gunawan juga menyoroti permasalahan sampah di daerah aliran sungai (DAS).

Menurutnya, selain kayu yang menyumbat di jembatan, juga banyak ditemukan sampah plastik hingga barang rumah tangga.

Baca Juga: Grand Lisboa Palace Resort Macau Hadirkan Paket Hotel “Picasso: Beauty and Drama”

“Ada juga sofa, kasur di sana tapi memang sampah plastik yang banyak,” jelasnya.

Terkait isu banjir akibat keterlambatan membuka dam, Gunawan enggan berkomentar lebih jauh.

Ia hanya menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sudah dilakukan.

“Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta kabupaten/kota harus mempunyai hal yang sama mereka punya SOP yang sudah disepakati,” tandasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #waduk #sungai #banjir