Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wajah Plastik: Inovasi Kreatif Made Oplas dari Limbah Jadi Lukisan Bernilai Edukasi dan Seni Tinggi

Wiwin Meliana • Kamis, 18 September 2025 | 18:09 WIB

Made Agus Janardana kreator wajah plastik dari Buleleng
Made Agus Janardana kreator wajah plastik dari Buleleng

BALIEXPRESS.ID-Di sebuah desa kecil bernama Banjar Dinas Ancak, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, lahirlah sebuah karya yang tak biasa. Di tangan seorang pria bernama Made Agus Janardana, sampah kemasan plastik yang selama ini dianggap sebagai masalah lingkungan, justru disulap menjadi karya seni yang penuh makna.

Pria yang dikenal dengan sebutan Made Oplas (Manusia Dengan Operasi Plastik) ini merupakan seorang kreator wajah plastik, sebuah karya kreatif upcycle sampah plastik kemasan menjadi karya tematik maupun wajah yang bernilai ekonomi dan seni yang tinggi.

Namun jangan salah paham, "operasi plastik" di sini bukan soal pisau bedah atau dunia estetika modern. Made Oplas justru menghadirkan definisi baru dari wajah plastik yakni lukisan wajah manusia dan tema-tema sosial yang terbuat dari limbah plastik kemasan, dengan warna-warna cerah yang disusun sedemikian rupa hingga menyerupai seni pop art berstandar tinggi.

Wajah Plastik merupakan anak ideologis yang lahir dari keresahan pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai tenaga Pendidik di Buleleng.

Keresahannya soal sampah plastik yang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat khususnya di Bali telah melahirkan sebuah pemikiran cemerlang.

Dengan penuh antusias, Made Oplas bercerita awal perjalanannya menemukan dan menciptakan karya fenomenal yang telah mendapat banyak penghargaan.

Pada tahun 2018 silam, Made Oplas yang merupakan anak pramuka kerap diajak untuk memungut sampah plastik.

Dalam sebuah perenungan, ia sadar sampah plastik tidak akan pernah habis dan akan selalu ada maka diperlukan pemilahan, pengelolaan dan pengolahan yang tepat.

Terlebih lagi, pada tahun yang sama, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai.

"Wajah Plastik” bukan sekadar lukisan biasa. Di balik setiap potongan plastik kemasan yang ia susun, tersimpan pesan-pesan tersembunyi, emosi manusia, dan kritik sosial.

Proses kreatifnya dimulai dari mendesain sketsa wajah secara digital, mencetaknya, lalu mewarnainya dengan plastik-plastik kemasan bekas. Kombinasi warna dari sampah itulah yang membentuk gradasi unik, gelap, terang, hingga nuansa ekspresi. Kepekaan visual Made Agus membuatnya mampu membaca simbol-simbol dari potongan kecil limbah yang tak semua mata bisa lihat.

“Kenapa sampah plastik? Karena sampah ini tidak diterima, warnanya lengkap dan kemasannya keren-keren sehingga asik untuk dijadikan karya, apalagi lengkap dengan gambar-gambarnya itu butuh tantangan banget untuk merangkainya,” ujar Made Oplas Rabu (17/09/2025).

Wajah Plastik bukan hanya proyek seni. Ini adalah gerakan edukasi dan sosial. Bahkan selama berkarya pihaknya telah mengimbas lebih dari 100 ribu orang baik secara langsung melalui workshop dan melalui media sosial.

Bahkan ada 300 titik yang menjadi lokasi menggetoktularkan karya wajah plastik baik di Bali, Indonesia dan Luar Negeri.

“Apalagi kalau semua orang membuat wajah plastik, tentu akan mengurangi timbulan sampah plastik, apalagi sampah kemasan ini yang paling sering ditemui,” jelas pria yang juga mengajar di SMA 2 Tejakula ini.

Made Oplas kerap tampil menggunakan topeng bondres dibuat dari plastik
Made Oplas kerap tampil menggunakan topeng bondres dibuat dari plastik

Selama Tujuh tahun berkarya, salah satu karya ikonik yang pernah dilombakan Made Oplas adalah karya berjudul “Potret Bali” yang menggambarkan seorang penari legong dengan mulutnya tertutup dengan mata marah dan menangis.

“Menurut saya itu pesannya dalem banget ya, dan lukisan itu saya jadikan ikon dari wajah plastik, walaupun semua karya-karya saya ikonik,” papar pria penerimana SATU Indonesia Award tersebut.

Tak berhenti di karya dua dimensi, kini Made Oplas melangkah lebih jauh. Ia menciptakan “Maskotik”, maskot berbentuk tiga dimensi dari plastik kemasan. Bahkan dalam skala besar, karya terbarunya berupa ogoh-ogoh plastik yang merupakan representasi dari wajah plastik dalam bentuk yang monumental dan sarat simbol.

karya tiga dimensi wajah plastik dalam bentuk ogoh-ogoh
karya tiga dimensi wajah plastik dalam bentuk ogoh-ogoh

“Kalau sebelumnya lukisan, sekarang saya buat ogoh-ogoh dari plastik kemasan. Ini bentuk ekspansi karya ke level baru,” jelasnya.

Selama tujuh tahun berkarya, Made Oplas telah membangun galeri seni pribadi yang memajang ratusan hasil karyanya. Galeri itu bukan hanya tempat pamer, melainkan ruang edukasi, tempat ia menanamkan gagasan bahwa sampah pun bisa punya nilai jika disentuh dengan kreativitas dan kepedulian.

“Kalau semua orang buat wajah plastik, tentu akan berkurang jumlah sampahnya,” tegasnya.

Di balik topeng bondres dari plastik yang sering ia kenakan, tersimpan wajah asli seorang seniman, pendidik, dan pejuang lingkungan. Made Oplas bukan sekadar seniman plastik, ia adalah suara dari tumpukan limbah, yang menjadikan sampah bukan akhir dari segalanya, tapi awal dari seni yang menginspirasi dunia.

 

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#wajah plastik #seni #limbah #sampah #buleleng