Program ini berlangsung selama enam bulan, dari Juli hingga Desember 2025, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua pelaksana program, I Luh Meiyana Ariss Susanti dari STKIP Agama Hindu Singaraja, menjelaskan bahwa kemampuan public speaking menjadi keterampilan krusial bagi para guru, terutama dalam mendukung transisi SMP Negeri 5 Abiansemal menuju sekolah dwi bahasa.
Melalui pendekatan berbasis nilai lokal Tri Kaya Parisudha—berpikir, berkata, dan berbuat baik—program ini tidak hanya melatih keterampilan berbicara, tetapi juga membangun karakter komunikasi yang santun dan positif,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan TANDAS mencakup survei kebutuhan guru, workshop public speaking dengan metode Boots, Power, Action, praktik langsung disertai pendampingan, hingga evaluasi hasil pelatihan.
Modul yang dikembangkan tidak hanya fokus pada public speaking, tetapi juga mengintegrasikan penguasaan bahasa Inggris agar sejalan dengan visi sekolah bilingual.
Hasil program menunjukkan capaian signifikan. Sebanyak 80 persen peserta mengalami peningkatan keterampilan berbicara di depan publik, dengan nilai evaluasi public speaking meningkat hingga 45 persen.
Selain itu, kepercayaan diri guru dalam menyampaikan materi pelajaran maupun berbicara di forum resmi juga semakin tinggi.
“Guru kini lebih percaya diri dan komunikasi di sekolah menjadi lebih positif serta terstruktur,” kata anggota tim pelaksana, Kadek Yati Fitria Dewi dari Universitas Panji Sakti.
Manfaat yang dirasakan tidak hanya pada individu guru, tetapi juga pada lingkungan sekolah secara keseluruhan.
SMP Negeri 5 Abiansemal dinilai semakin siap menghadapi transformasi menjadi sekolah dwi bahasa yang dinamis, dengan budaya komunikasi yang sehat dan mendukung pembelajaran.
Langkah selanjutnya, tim pelaksana akan memfinalisasi dokumentasi dan panduan praktis hasil pelatihan, menyelesaikan program SELINGAN (Selasa Literasi dan Inggris Menyenangkan), serta menyerahkan hasil pelatihan kepada pihak sekolah.
Monitoring dampak program juga akan dilakukan selama satu bulan untuk memastikan keberlanjutan hasil.
Sementara itu, Kepala SMPN 5 Abiansemal, I Made Suardana mengapresiasi atas pengabdian masyarakat ini. Ia menyebut, kegiatan ini memberikan dampak positif tergadap pengembangan rekognisi guru di sekolahnya.
Terlebih, pengembangan public speaking diharapkan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran siswa. “Kami sangat berterimakasih, karena guru guru kami sudah dilibatkan dalam kegiatan ini. Semoga kedepan bisa berkesinambungan dan memberikan manfaat positif,” singkatnya.
Selain Susanti, tim pelaksana terdiri dari Komang Tari Karismayanti (STKIP Agama Hindu Singaraja) dan Kadek Yati Fitria Dewi (Universitas Panji Sakti).
Program ini menjadi bukti nyata sinergi perguruan tinggi dengan sekolah dalam memperkuat kualitas guru, sekaligus mendukung inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. (dik)
Editor : I Putu Mardika