BALIEXPRESS.ID – Karya kreatif anak bangsa kembali mencuri perhatian publik. Kali ini datang dari seorang mahasiswa asal Bali bernama Gung Adhistya, yang sukses menghebohkan jagat maya berkat animasi bertajuk “Ikan Mas Tur Dedari”.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta itu awalnya menggarap proyek animasi ini sebagai tugas akhir kuliah.
Baca Juga: Polres Jembrana Pastikan Makanan Program MBG Polri Aman dan Bergizi
Namun, siapa sangka, setelah dipublikasikan pada Agustus 2025, animasi tersebut langsung viral dan banjir pujian dari warganet.
Gung Adhistya mengungkapkan bahwa proses produksi "Ikan Mas Tur Dedari" memakan waktu hingga 13 bulan penuh.
Ia menghabiskan 10 bulan untuk merancang latar visual dengan sangat detail dan artistik.
Sedangkan 3 bulan sisanya digunakan untuk proses animasi, termasuk pergerakan karakter dan sinkronisasi audio.
Yang menarik, sang adik ikut terlibat dalam proses pewarnaan, menjadikan proyek ini kolaborasi keluarga yang penuh dedikasi.
Baca Juga: ASDP Luncurkan Layanan B2B Distribusi Logistik B3 dengan Jalur Khusus
Tak sekadar indah dipandang, animasi ini juga dinilai memiliki storytelling yang kuat dan teknik pengerjaan yang presisi dan konsisten.
Banyak warganet yang menyebut karya Gung Adhistya sudah setara dengan hasil studio animasi profesional.
“Visualnya magis, ceritanya kuat, dan warna-warnanya benar-benar memikat,” tulis salah satu warganet di kolom komentar YouTube tempat animasi itu diunggah.
Kehadiran “Ikan Mas Tur Dedari” menjadi angin segar bagi dunia animasi Indonesia. Banyak pihak berharap animasi ini bisa menembus panggung festival animasi internasional, karena dinilai memenuhi standar kualitas global.
Baca Juga: Sinergi KONI dan Kejari Klungkung, Cegah Masalah Hukum dalam Olahraga
Antusiasme publik yang tinggi juga menjadi bukti bahwa karya anak muda Indonesia mampu bersaing di level dunia, asalkan diberi ruang, dukungan, dan platform yang layak.
Gung Adhistya sendiri melalui akun media sosialnya @adhismengaqak menyebut bahwa karyanya sudah ditayangkan secara resmi di MMTC Yogyakarta pada 16 September 2025.
“Senang banget akhirnya bisa segera nunjukin hasil dari kurang tidur setahun belakangan ini,” tulisnya.
Viralnya “Ikan Mas Tur Dedari” membuka peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk adaptasi ke dalam film pendek, seri animasi, atau bahkan kolaborasi dengan studio animasi nasional.
Kisah sukses Gung Adhistya menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa kreativitas dan konsistensi dalam berkarya bisa membawa hasil yang luar biasa, bahkan melampaui ekspektasi awal.
Editor : Wiwin Meliana