BALIEXPRESS.ID – Seluruh jalur pendakian menuju Gunung Agung akan ditutup sementara selama satu minggu, mulai Sabtu (20/9/2025) hingga Sabtu (27/9/2025).
Penutupan ini dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan Pujawali di Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.
Humas Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana mengungkapkan, penutupan sementara ini dilakukan guna menghormati jalannya prosesi sakral yang rutin digelar di pura yang terletak di kaki Gunung Agung tersebut. “Mulai besok (Sabtu) pendakian akan ditutup, karena sudah mulai persiapan upacara seperti pembersihan dan menghias seluruh palinggih,” ujarnya, Jumat (19/9/2025).
Puncak upacara Pujawali yang jatuh pada Buda Wage Ukir, atau Rabu (24/9), menjadi momen penting bagi umat Hindu di sekitar wilayah tersebut. Para pengempon pura telah bersiap jauh-jauh hari, termasuk mempersiapkan sarana upacara dan perlengkapan bebantenan agar seluruh rangkaian berjalan khidmat.
Suara Arsana juga mengimbau kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk menghormati tradisi ini dengan tidak melakukan aktivitas pendakian selama masa penutupan. “Kami harap para pendaki bisa menahan diri. Silakan datang kembali setelah pendakian resmi dibuka kembali, yaitu mulai Minggu, 28 September 2025,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran para pemandu wisata atau guide yang biasa menemani wisatawan mendaki Gunung Agung. Mereka diharapkan aktif memberi informasi dan menjaga akses jalur agar tidak ada wisatawan yang secara tidak sengaja atau sengaja tetap mendaki saat upacara berlangsung.
“Jangan sampai ada wisatawan yang tidak tahu lalu tetap naik. Kalau ada, sebaiknya diberi pengertian agar kembali turun dan datang lagi setelah pendakian dibuka,” tutupnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana