BALIEXPRESS.ID- Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025) menyebabkan banjir dan luapan sungai yang menghanyutkan sedikitnya 11 jukung milik nelayan di Kabupaten Tabanan.
Dari kerusakan tersebut, total kerugian diperkirakan mencapai Rp470 juta.
Hal tersebut diungkapkan oleh I Ketut Arsana Yasa, Ketua Paguyuban Nelayan Bali.
“Pada bencana banjir yang lalu, total kerugian material yang dialami oleh para nelayan di Kabupaten Tabanan mencapai Rp470 juta, ini disebabkan oleh gelombang laut yang tinggi,” jelasnya Minggu (21/9/2025).
Adapun rinciannya disebutkan Arsana Yasa, mulai dari Pantai Kelecung, Selemadeg Timur.
Kemudian lima jukung hilang terseret banjir di muara Sungai Yeh Matoan. Dari jumlah itu, tiga jukung tanpa mesin dan dua bermesin.
Namun dua hari setelah kejadian, satu jukung ditemukan dalam kondisi hancur di Pantai Pabuahan, Jembrana, sekitar 59 kilometer dari lokasi jukung hilang.
Selanjutnya adalah di Pantai Beraban, Selemadeg Timur, dua jukung ikut hanyut akibat luapan Sungai Yeh Ho.
Sementara di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, empat jukung dilaporkan hilang.
“Dari 11 jukung yang hanyut, total kerugian ditaksir sekitar Rp 470 juta, karena harga satu jukung tanpa mesin saja mencapai Rp 35 juta,” terang anggota DPRD Tabanan ini.
Atas musibah tersebut, Arsana Yasa pun mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memantau perkembangan cuaca. Kondisi cuaca belakangan ini tidak menentu.
Arsana Yasa berharap nelayan selalu memperhatikan cuaca sebelum melaut untuk mengantisipasi kerugian lebih besar.
Terkait bantuan kepada nelayan, Arsana Yasa menyebut Dinas Perikanan Tabanan sudah diminta menyusun laporan detail dan melakukan rapat tindak lanjut.
“Kami sudah minta Dinas Perikanan sebagai leading sector untuk bergerak. Selanjutnya tinggal bagaimana bentuk penanganannya,” tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan