BALIEXPRESS.ID – Polemik insiden pengusiran Youtuber asal Malaysia, Aisar Khaledd, oleh Kepala Dusun (Kadus) Tegal Gede, Nyoman Gede Suwarna, saat membagikan bantuan korban banjir di Bali terus bergulir.
Setelah Kadus Nyoman muncul ke publik dan mengklarifikasi kronologi kejadian, kini giliran warganet yang mendesak agar Aisar segera bertemu langsung dan meminta maaf kepada sang Kadus.
Desakan ini tidak hanya datang dari masyarakat biasa, tetapi juga dari tokoh publik, termasuk Anggota DPD RI, Niluh Djelantik, yang secara tegas meminta Aisar untuk menyelesaikan persoalan ini secara beradab dan terbuka.
Setelah video pengusiran Aisar viral, Kadus Nyoman menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan karena kedatangan Aisar tanpa koordinasi, yang menghambat proses pengangkutan sampah pascabanjir di wilayahnya. Klarifikasi itu membuat publik memahami duduk perkara sebenarnya dan justru membela Kadus Nyoman, yang kemudian menjadi sasaran hujatan dari fans Aisar.
Kini, banyak warganet mendesak agar Aisar bertemu langsung dengan Kadus Nyoman untuk menyelesaikan kesalahpahaman.
Baca Juga: Inkonsistensi Warnai Enam Laga Bali United Awal Musim, Jansen Akui Perlu Waktu Adaptasi
Menanggapi hal tersebut, Aisar melalui akun media sosialnya menyatakan bahwa ia juga ingin bertemu. Namun, ia menyiratkan adanya pihak yang mempengaruhi Kadus agar tidak menerima pertemuan tersebut.
“Banyak yang bertanya kapan aku bisa jumpa bapak itu. Semoga Allah jauhkan orang busuk hati yang menghasut bapak itu tidak mau ketemu sama saya, Inshaallah,” tulis Aisar, dikutip Selasa (23/09/2025).
Sementara itu, Niluh Djelantik memberikan pernyataan tegas melalui akun media sosialnya. Ia mengapresiasi niat baik Aisar dalam menyalurkan bantuan, namun menilai bahwa ketidaktertiban dan ketidakpekaan terhadap kondisi lapangan menjadi sumber masalah.
“Kepada @aisar_khaledd, seharusnya kamu meminta maaf kepada Bapak Kadus dan keluarganya. Kedatanganmu tanpa izin mengganggu proses warga dalam penderitaan mereka,” tulis Niluh.
Ia juga menyoroti dampak dari viralnya konten Aisar, yang justru berujung pada bullying terhadap Kadus dan keluarganya.
“Pantaskah menggunakan penderitaan mereka sebagai konten, lalu membuat postingan yang menjadikan si Bapak dan keluarganya, juga warga Bali, jadi sarang cacian fansmu?” lanjutnya.
Dalam wawancara sebelumnya, Kadus Nyoman Gede Suwarna mengungkapkan bahwa pasca viralnya video pengusiran tersebut, keluarganya mengalami tekanan mental.
“Ya kecewa sih, istri sampai nangis, takutnya ada orang yang nyari, fansnya,” ujar Kadus Nyoman dengan nada haru.
Meski begitu, ia menyatakan tidak pernah bermaksud menghalangi aksi sosial siapa pun, termasuk Aisar. Ia hanya ingin menjaga kelancaran proses pembersihan dan keselamatan warga.
Baca Juga: Tiga Siswa Bangli Tampil di Olimpiade GASING Nasional, Ini Daftar Nama dan Sekolahnya
Meski sempat dihujat di media sosial, dukungan terhadap Kadus Nyoman terus mengalir, khususnya dari warga Bali yang memahami bahwa tindakannya murni demi kepentingan umum. Banyak pihak kini berharap agar Aisar menunjukkan itikad baik secara langsung, tidak hanya melalui unggahan di media sosial, melainkan dengan menemui Kadus secara tatap muka dan berdialog secara terbuka.
Editor : Wiwin Meliana