Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Kematian WNA Australia di Bali: Dipulangkan Tanpa Jantung, Begini Kronologi Lengkapnya

Wiwin Meliana • Kamis, 25 September 2025 | 14:56 WIB

Jenazah WNA Australia, Byron James Dumschat, 23, dievakuasi dari villa ke RS dan polisi. melakukan olah TKP, Agustus 2025 lalu
Jenazah WNA Australia, Byron James Dumschat, 23, dievakuasi dari villa ke RS dan polisi. melakukan olah TKP, Agustus 2025 lalu

BALIEXPRESS.ID– Kematian tragis Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Byron James Dumschat (23), di sebuah villa kawasan Kerobokan, Badung, Bali, menyisakan sejumlah kejanggalan.

Selain penyebab kematian yang sempat disebut karena tenggelam, pihak keluarga di Australia dibuat terkejut saat hasil otopsi ulang di negaranya menunjukkan bahwa organ jantung Byron hilang tanpa penjelasan medis.

Baca Juga: HAI Badung Chapter Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Banjir di Bali

Peristiwa ini bermula pada Senin, 26 Mei 2025, saat Byron ditemukan tak bernyawa di Villa The Grove Bumbak, Jalan Bumbak Dauh No. 1, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Staf villa, I Wayan Agus Ariana (34), menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Utara pada Jumat, 30 Mei 2025 pukul 12.45 WITA.

Agus menyebut saat ia tiba di lokasi, sekitar pukul 12.40 WITA, korban telah dalam penanganan petugas medis dari Asia Pasifik Medical Clinic, bersama manajer villa, Irvan Awaludin (35). Byron ditemukan terbaring terlentang di atas meja tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek. Dugaan awal petugas medis menyebut korban meninggal karena tenggelam di kolam renang villa.

Rekonstruksi kejadian mengungkap bahwa malam sebelum ditemukan tewas, Byron sempat mengadakan pesta alkohol bersama rekan sesama WNA, Baily Peter Woods, dan dua perempuan asal Australia, salah satunya bernama Kristy Lee Pepperell.

Baca Juga: Kebakaran Pura Melanting di Sukawati, Warga Bunyikan Kentungan untuk Minta Bantuan

Menurut keterangan Baily, ia terbangun sekitar pukul 08.00 WITA dan mendapati Byron sudah mengapung di kolam. Sementara dua perempuan tersebut sudah meninggalkan villa. Saksi lain, Ahmad Fauzi RM (55), pekerja proyek di sebelah villa, mengatakan mendengar suara tangisan perempuan asing sekitar waktu yang sama dan melihat empat WNA berada di sekitar kolam.

Rekaman CCTV menunjukkan Baily dan dua perempuan keluar dari villa sekitar pukul 10.00 WITA. Petugas medis dari Asia Pasifik terlihat masuk ke lokasi pukul 10.03 WITA. Jenazah Byron kemudian dievakuasi ke RS Dharma Yadnya sebelum akhirnya dikirim ke forensik RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah pada malam harinya.

Tim forensik yang dipimpin dr. Nola Margaret Gunawan, SpFM, menemukan sejumlah luka ringan, seperti memar di dahi kiri, kelopak mata kanan, lutut kanan, serta lecet pada kelopak mata dan punggung kaki. Namun, luka-luka tersebut tidak bersifat mematikan.

Yang mengejutkan, hasil toksikologi menunjukkan kandungan alkohol sangat tinggi dalam tubuh korban:

Darah: 1.181,66 mg/l

Urine: 3.863,55 mg/l

Isi Lambung: 2.431,03 mg/l

Baca Juga: Polres Tabanan Isyaratkan Penambahan Tersangka Korupsi Dana Desa Jegu, Siapa?

Selain alkohol, ditemukan juga duloxetine, obat antidepresan keras yang hanya dapat diperoleh lewat resep dokter. Kombinasi keduanya diketahui berisiko tinggi karena dapat menekan sistem saraf pusat dan mengganggu kemampuan motorik serta pernapasan.

"Pemeriksaan paru-paru juga menunjukkan adanya kristal dan jamur, menandakan korban masih hidup saat masuk ke dalam air. Ia kemungkinan besar kehilangan kemampuan menyelamatkan diri akibat efek gabungan alkohol dan obat," ujar Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti, Kasubdit Penmas Sihumas Polres Badung.

Penyidik pun menyimpulkan penyebab kematian Byron sebagai intoksikasi etanol yang diperparah oleh pengaruh duloxetine, bukan karena luka fisik.

Namun, babak baru misteri ini terungkap setelah jenazah Byron dipulangkan ke Australia. Pihak keluarga yang melakukan otopsi ulang menemukan bahwa organ jantung korban telah hilang, tanpa ada penjelasan resmi dalam dokumen medis yang menyertai pemulangan jenazah.

Kondisi ini membuat keluarga melaporkan kejanggalan tersebut kepada otoritas setempat dan meminta klarifikasi dari pihak Indonesia.

Baca Juga: Pemanas Air Picu Kebakaran Vila di Tabanan, Kerugian Tembus Rp1,5 Miliar

Polres Badung menyatakan telah membuka penyidikan lanjutan terkait kasus ini, termasuk memeriksa kemungkinan kelalaian prosedural maupun dugaan penghilangan organ.

Polisi juga masih memburu tiga saksi kunci yang terakhir terlihat bersama korban: Baily Peter Woods, Kristy Lee Pepperell dan Jade Emeleah Lucas.

Koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) tengah dilakukan untuk menghadirkan ketiganya ke Indonesia atau memberi keterangan resmi.

Pihak Asia Pasifik Medical Clinic sebagai tim medis pertama yang menangani korban juga akan diperiksa secara mendalam, terutama terkait dokumentasi medis, penanganan awal, hingga evakuasi jenazah.

"Polres Badung telah menyusun langkah penyidikan lanjutan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi utama dan pihak medis terkait," tutupnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#kematian #bali #australia #wna #jantung