BALIEXPRESS.ID – Warga Banjar Dinas Ngis, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di tepi pantai pada Jumat pagi (26/9/2025) sekitar pukul 06.00 WITA.
Korban diketahui bernama Ketut Gelgel, 53 tahun, seorang karyawan swasta yang juga merupakan warga setempat.
Baca Juga: Viral Video Wapres Gibran Dituding Geledah Tas Siswi, Begini Fakta Sebenarnya
Peristiwa ini bermula saat seorang nelayan bernama Mohrim (48) tengah berjalan di sepanjang bibir pantai.
Ia melihat tubuh seseorang dalam posisi telungkup menghadap timur, tepat di tepi pantai.
Menyadari bahwa pria tersebut tidak bergerak, Mohrim langsung melaporkan temuan itu kepada Kelian Adat Ngis, I Made Arjaya, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke aparat desa dan pihak kepolisian.
Baca Juga: Taman Safari Bali Resmikan Lorikeet Breeding Center Perkici Dada Merah
Tak lama berselang, tim medis dari Puskesmas Tejakula I yang dipimpin oleh dr. Gede Anton Wikrama Adibrata tiba di lokasi dan melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban mengenakan jaket hitam, kaos putih, dan celana panjang hitam saat ditemukan,” ujar dr. Anton.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi berdasarkan keterangan keluarga.
Baca Juga: Anies Baswedan Disebut Tiga Kali Ditawari Jadi Menteri oleh Prabowo, Tapi Menolak
“Korban ditemukan dalam keadaan telungkup di pantai oleh warga. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah,” terang Iptu Diaz.
Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah duka oleh aparat kepolisian bersama tim medis dan keluarga. Pihak keluarga juga telah menyiapkan surat pernyataan resmi terkait penolakan autopsi.
Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar, yang berdatangan ke lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi.
Editor : Wiwin Meliana