Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menteri LHK Soroti Tambahan 500 Ton Sampah dari Pariwisata Bali

Rika Riyanti • Minggu, 28 September 2025 | 01:37 WIB

MASALAH SAMPAH: Kegiatan pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di BNDCC Nusa Dua, Jumat (26/9)
MASALAH SAMPAH: Kegiatan pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di BNDCC Nusa Dua, Jumat (26/9)

 

 

BALIEXPRESS.ID - Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pelaku pariwisata di Bali harus bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Pesan itu ia sampaikan kepada para General Manager dan perwakilan hotel berbintang se-Bali dalam kegiatan pembinaan penilaian kinerja lingkungan hidup sektor perhotelan di BNDCC Nusa Dua, Jumat (26/9).

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, pemilik kawasan diminta untuk menyelesaikan sampahnya sendiri. Sampah tidak boleh keluar kecuali residu yang dibebankan kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wali Kota,” jelas Hanif.

Baca Juga: Dua Maskapai Asing Resmi Terbangi Bali, Tambah Rute Internasional di Bandara Ngurah Rai

Ia mengungkapkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah penduduk dengan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Dengan jumlah penduduk Badung dan Denpasar sekitar 1,1 juta jiwa, serta asumsi produksi sampah nasional 0,5–0,7 kg/jiwa/hari, maksimal 1,33 kg/jiwa/hari, maka semestinya hanya sekitar 1.300 ton sampah per hari yang dihasilkan.

“Kami coba cek dengan kondisi di TPA Suwung, ternyata jumlah sampahnya mencapai 1.800 ton/hari berdasarkan truk yang masuk. Jadi sampah ini dari mana kalau jumlah penduduk hanya 1,1 juta jiwa yang dilayani TPA Suwung?” ujarnya.

Baca Juga: Akun Fufufafa Ngaku Tak Tamat SD, Nama Gibran Kembali Disorot di Tengah Isu Ijazah

Hanif menduga kelebihan sekitar 500 ton sampah per hari berasal dari aktivitas wisatawan.

Kondisi inilah yang membuat Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bali melakukan pembinaan terkait ketaatan pengelolaan sampah di masing-masing hotel.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyayangkan masih rendahnya kepatuhan pelaku industri pariwisata terhadap isu lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah.

“Belum tertib urusan sampah,” tegasnya.

Koster mengingatkan bahwa keunggulan Bali bukan hanya pada keindahan alam, tetapi juga budaya yang unik dan harus dilestarikan.

“Tanpa budaya jangan harap pariwisata Bali bisa berkembang. Jadi kalau kita mau pariwisata Bali baik, kita harus jaga budayanya. Nomor dua yang harus kita jaga adalah ekosistemnya: alam dan lingkungannya harus tetap bersih. Berikutnya, infrastrukturnya juga harus bagus,” ujarnya.

Baca Juga: 101 Pelajar di Kebumen Keracunan Usai Santap Soto Program MBG, Puskesmas Kewalahan

Ia menegaskan, ketergantungan ekonomi Bali pada pariwisata membuat kelestarian budaya, alam, dan lingkungan wajib dijaga bersama.

Koster berharap seluruh pelaku industri pariwisata dapat bersinergi menjaga keberlanjutan Pulau Dewata, terutama dalam penanganan masalah sampah.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pariwisata #hotel #sampah