BALIEXPRESS.ID– Penggiat media sosial asal Bali, Wayan Setiawan, kembali menyita perhatian publik.
Namun kali ini, bukan karena pernyataan kontroversial, melainkan aksi beraninya memprotes penutupan akses jalan warga oleh pihak manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan.
Baca Juga: Ratusan Sekolah di Buleleng Terima Smartboard, Pendidikan Kian Digital dan Interaktif
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Wayan Setiawan terlihat memarkir mobilnya tepat di depan pintu masuk utama GWK, lalu menyuarakan protes keras kepada sejumlah petugas sekuriti yang berjaga.
"Kalau mau, panggil saja polisi, dishub! Derek saja mobil saya!" teriak Wayan, menantang sekuriti yang tampak kebingungan menghadapi aksinya dikutip pada Selasa (30/09/2025).
Aksi tersebut diduga sebagai bentuk protes atas pemagaran beton jalan pemukiman warga, yang oleh banyak pihak dinilai telah mengisolasi akses masyarakat sekitar.
Baca Juga: 32.083 Siswa di Tabanan Belum Terjangkau Program Makan Bergizi Grati
Penutupan ini sebelumnya sudah menuai polemik panjang, bahkan telah disorot oleh anggota DPR RI, I Nyoman Parta.
Tindakan Wayan Setiawan langsung banjir dukungan dari warganet. Mereka menyebut Wayan sebagai "warga biasa yang berani melawan ketidakadilan", meski dirinya bukan seorang pejabat maupun wakil rakyat.
“Ne mare SUHU, bukan nyali patungan seperti? Pokokne maju Nang,” tulis akun @Gede Sukarjana dikolom komentar.
“Niki wawu cocok dados wakil rakyat, maju treus demi rakyat kecil,” imbuh netizen lain.
Di tengah banyaknya keluhan dari warga setempat soal akses jalan yang tertutup, aksi seperti ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan terhadap rakyat kecil.
Baca Juga: Sertipikat Tanah Ulayat Jadi Penjaga Warisan Budaya Masyarakat Adat
Aksi Wayan terjadi di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kasus ini. Sebelumnya, Anggota DPR RI, I Nyoman Parta, juga turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa berdasarkan data dari BPN, pihak desa adat, dan tokoh masyarakat, jalan yang ditutup GWK adalah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung.
“Saya melihat langsung dan mendengar dari tokoh-tokoh masyarakat serta kelian sebelumnya. Jalan itu milik Pemkab Badung,” kata Nyoman Parta, dikutip Selasa (30/09/2025).
Ia bahkan menyatakan keyakinannya bahwa Bupati Badung Nyoman Adi Arnawan melalui jajaran terkait akan segera membongkar tembok beton tersebut demi kepentingan masyarakat.
Baca Juga: KUMUH! Pesisir Pantai Watu Klotok Dikeluhkan, Warga Minta Penertiban Penambang Batu Sikat
Penutupan jalan oleh GWK telah menimbulkan dampak langsung bagi warga, mulai dari kesulitan akses menuju rumah, aktivitas ekonomi terganggu, hingga potensi konflik sosial. Aksi Wayan Setiawan dianggap sebagai simbol perlawanan publik terhadap arogansi pihak yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan.
Editor : Wiwin Meliana