Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usai Akses Warga Ditutup Manajemen GWK, Muncul CCTV Pemantau Tembok

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 30 September 2025 | 19:12 WIB

CCTV mengarah ke tembok yang dbangun manajemen GWK.
CCTV mengarah ke tembok yang dbangun manajemen GWK.

BALIEXPRESS.ID - Polemik penutupan akses warga di Banjar Giri Dharma oleh manajemen GWK memasuki babak baru.

Usai mendapatkan protes dari masyarakat, kini pagar tembok tersebut dipasangi CCTV.

Hal ini pun membuat masyarakat merasa diawasi, terebih kamera yang dipasang mengarah ke tembok.

Baca Juga: SAH! Pratama Arhan dan Azizah Salsha Resmi Bercerai, Terungkap Alasan Pisah

Bendesa Adat Pecatu, I Wayan Disel Astawa sangat menyayangkan kondisi tersebut.

Telebih saat ini ada tiga CCTV yang dipasang mengarah ke tembok yang memagari masyarakat.

Hal ini dinilai tidak ada ruang berkomunikasi terkait permasalahan tersebut.

Baca Juga: Nekat Bawa Kabur Motor Polisi Demi Sabu, Warga Jember Dibui 20 Bulan di Buleleng

“Sudah jelas-jelas masyarakat tidak akan mungkin melakukan kegiatan yang tidak baik, masih sekarang dimatai-matai dengan CCTV. Seolah-olah menjembak Masyarakat, apabila ada yang memegang tembok itu mungkin itu akan dijadikan dalil untuk dibawa ke pidana,” ujar Disel Astawa.

Pihaknya menyebutkan, pemasangan CCTV dilakukan pasca kunjungan dari DPRD Badung, Jumat (26/9).

Warga pun disebutkan merasa diawasi karena posisi kamera bahkan menyorot ke dalam pekarangan rumah.

Baca Juga: Niat Tagih Hutang, Pria di Tabanan Ditebas Hingga Bersimbah Darah

Dia juga mengatakan jika CCTV bahkan menyorot aktivitas rumah tangga yang rumahnya terisolir.

“Saya benar-benar sedih, karena selama sekian tahun tidak pernah dipasang CCTV dan baru di pasang sekarang. Kami sudah mengadu ke DPRD, dan Masyarakat sudah pasti tidak berani mengambil langkah itu,” terangnya.

Dirinya yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali telah menggelar rapat bersama perwakilan GWK dan perwakilan masyarakat.

Dalam rapat tersebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyebutkan, jalan yang pagari sebagai badan jalan.

Untuk itu dirinya meminta, tembok tersebut digeser ke arah timur sesuai dengan fakta yang disampaikan BPN.

“BPN sudah jelas menyatakan itu jalan karena saat rapat kerja dengan DPRD Komisi I Provinsi Bali, sudah mengatakan itu jalan tetapi mereka (GWK) tetap tidak mau membuka. Sama sekali mereka (GWK) tidak memiliki rasa kemanusiaan,” paparnya.

Lebih lanjut Disel Astawa berharap pemerintah daerah, baik bupati maupun gubernur, benar-benar berpihak pada masyarakat.

“Saya harap gubernur dan bupati bener-bener di pihak Masyarakat. Seharusnya pemerintah bisa mengambil suatu sikap yang jelas karena Masyarakat kami terisolir selama satu tahun. Kami hanya mentuntut tembok itu digeser ke timur sesuai penjelasan dari BPN kalau itu badan jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager of Marketing Communication and Event GWK Cultural Park, Andre R Prawiradisastra saat dimintai keterangan terkait CCTV tersebut belum memberikan jawaban. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#cctv #pagar #polemik #tembok #gwk