BALIEXPRESS.ID– Rencana mulia Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk memperluas akses air bersih melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan senilai Rp97,3 juta di Kelurahan Bitera justru berujung polemik.
Proyek ini dinilai mengorbankan keberadaan Pancoran Telaga Emas, sumber mata air alami dan bersejarah yang telah lama menjadi denyut nadi kehidupan warga untuk mandi, berendam, dan mengambil air minum.
Kekecewaan warga Bitera meluap di media sosial. Mereka menuding proyek dari APBD 2025 yang dilaksanakan Dinas PUPR ini tidak berpihak pada pelestarian.
"Kegiatan ini bukan melestarikan, malah menghancurkan, merubah dan menghilangkan jejak peninggalan sumber mata air yg benar bermanfaat bagi masyarakat kami. Tolong kembalikan fungsi pancoran ini!” tulis seorang warga yang viral.
Warga Bitera kini harus menelan pil pahit. Pancoran yang dulu alami dan ramai dimanfaatkan, kini tinggal kenangan.
Baca Juga: Astra Motor Bali Salurkan 550 Kompor Gas untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Denpasar
"Dulu biasa ramai warga mandi sambil ambil air minum. Ada dua pancoran. Sekarang tinggal satu, di samping bak. Bisa ambil air, tapi tidak bisa mandi,” keluh Wayan Laba, salah seorang warga, Rabu (1/10).
Sopir pick up Nyoman Budiana juga merasakan dampaknya. Ia yang biasa mampir mengisi air minum kini harus mengantre.
“Sekarang pancorannya cuma 1. Jadi kalau ramai harus antri,” ujarnya. Proyek ini, yang dikerjakan berdasarkan kontrak kerja bernomor 640/3679/PUPR/2025, dianggap telah menghilangkan fungsi sosial dan kemudahan akses air yang selama ini dinikmati.
Kasus ini sontak menarik perhatian pemerintah daerah setelah protes warga viral.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Pakyan Belog: Pedagang Lumpia Ikonik Ubud, Sang Anak Lapor Polisi
Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, bersama tim PUPR langsung turun ke lokasi.
Ia mengakui adanya kekurangan sosialisasi yang menjadi pemicu kesalahpahaman.
“Harusnya hal sensitif seperti ini disosialisasikan lebih luas, sehingga tahu apa keinginan masyarakat,” jelas Sekda.
Menanggapi tuntutan warga, Sekda Gianyar berjanji akan melakukan perbaikan total demi mengembalikan fungsi Pancoran Telaga Emas, meliputi Pembongkaran beton untuk mengembalikan area agar kembali natural, penataan tampak luar dengan arsitektur Bali, Penurunan ketinggian lobang keran, rencana pembangunan permandian di sisi selatan pada tahun depan.
Warga Bitera kini menantikan realisasi janji perbaikan ini, berharap sumber air sekaligus ruang sosial mereka dapat kembali berfungsi sedia kala.(nan)
Editor : Wiwin Meliana