Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Diragukan, GWK Dipastikan Bongkar Seluruh Tembok

Putu Resa Kertawedangga • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:09 WIB

Proses pembongkaran tembok GWK di Jalan Magada, Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kamis (2/10).
Proses pembongkaran tembok GWK di Jalan Magada, Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kamis (2/10).

BALIEXPRESS.ID - Pembongkaran tembok GWK Cultural Park yang selama telah menutup akses masyarakat dipastikan berlanjut.

Meski diawal pembongkaran hanya dilakukan pada tembok yang menghalangi pintu keuar masuk rumah.

Kini telah dilanjutkan hingga seleuruh tembok di Jalan Magada, Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan.

Baca Juga: Lepas Kontingen PORNAS XVII KORPRI, Sekjen ATR/BPN: Ukir Prestasi, Eratkan Silaturahmi, Sportivitas Dijunjung Tinggi

Hal ini disampaikan oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat ditemui Jumat (3/10).

Menurut Adi Arnawa, sesuai hasil pertemuan bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan manajemen GWK, pembongkaran akan dilakukan sepenuhnya.

Namun manajemen usaha tersebut meminta waktu untuk menyelesaikan pembongkaran.

Baca Juga: Atlet Klungkung Bakal Terima Bonus 12 Oktober, KONI Pastikan Tak Ada Pemotongan

“Yang membongkar itu kan GWK langsung, hanya pada waktu itu GWK sempat, waktu kita perintahkan itu minta waktu, karena kan dia harus mencari kontraktor dulu kan untuk melakukan pembongkar,” ujarnya.

Pihaknya pun mengakui, saat awal pembongkaran memang hanya dilakukan di beberapa titik.

Utamanya yang menghalangi pintu keluar masuk dan gang rumah warga.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Menteri Nusron Pastikan Tanah di Wanam Papua Selatan Presisi Pengukurannya

Namun saat ini pembongkaran secara menyeluruh akan dilanjutkan.

“Sudah mulai ada pembongkaran (lanjutan), dan itu pun, itu tembok itu akan ditembok, digeser di sebelah, sehingga akses jalan itu akan milik masyarakat,” ungkap Bupati asal Pecatu tersebut.

Lebih lanjut Adi Arnawa menyampaikan, manajemen GWK telah berkomitmen untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.

Hal ini sesuai dengan arahan dari Gubernur Bali bersama dirinya saat pertemuan pada 30 September 2025 lalu.

“Secara prinsip pihak GWK sudah setuju dengan apa yang menjadi arahan kita, arahan Pak Gubernur dengan saya pada saat pertama itu. Kita tunggu dengan sabar dulu ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Salah satu warga, Nyoman Tirtayasa mengatakan, selama setahun sejak penutupan akses oleh GWK sangat merasakan kesengsaraan.

Dirinya pun merasa sedih akses yang sangat vital harus ditutup.

Namun setelah adanya pembongkaran dirinya sedikit merasa senang.

“Kalau dibilang senang ya senang juga, tetapi juga sedikit ada keragu-raguan,” ucap Tirtayasa.

Hal ini lantaran, sesuai dengan rekomendasi DPRD Provinsi Bali pada 22 September 2025, seluruh tembok GWK di Banjar Giri Dharma harus dibongkar.

Hanya saja saat ini baru dilakukan pembongkaran tembok di pintu keluar masuknya dan gang menuju rumah warga.

“Harapan saya, kedepannya supaya tembok-tembok ini semuanya di bongkar sesuai dengan rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali. Alangkah baiknya, kami merasakan rasa aman, nyaman, tentram, senang, happy-lah jika kami diberikan jalan sebagai fungsi sosial,” paparnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#pembongkaran #ungasan #tembok #gwk #Adi Arnawa