Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isu Bahaya Air Galon PC untuk Ibu Hamil Dibantah Dokter

Rika Riyanti • Selasa, 7 Oktober 2025 | 00:22 WIB

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

 


BALIEXPRESS.ID - Isu mengenai bahaya air minum dalam kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) bagi ibu hamil ditepis kalangan medis.

Para dokter memastikan, air mineral dari galon polikarbonat aman dikonsumsi serta bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil dan janin.

“Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa air mineral dari galon polikarbonat berbahaya untuk ibu hamil. Justru, air mineral sangat penting untuk ibu hamil dan menyusui,” jelas dr. Dyah Novita Anggraini belum lama ini.

Ia menerangkan, air yang bersumber dari mata air berkualitas mengandung mineral penting, antara lain kalsium, magnesium, natrium, dan selenium.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Bali 7–11 Oktober 2025

Mineral tersebut berperan besar dalam tumbuh kembang janin, termasuk kalsium yang mendukung pembentukan tulang serta magnesium yang membantu mencegah tekanan darah tinggi pemicu kelahiran prematur.

“Berkat kandungan mineral tersebut, air mineral punya manfaat besar untuk tubuh, termasuk bagi ibu hamil,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. H. Muh. Natsir Nugroho, Sp.OG, M.Kes.

Ia menegaskan bahwa kesehatan janin lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan dan kondisi ibu dibandingkan kemasan air minum.

Baca Juga: Tempat Penyulingan Minyak Daun Cengkeh di Pelapuan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

“Yang terpenting, ibu hamil harus menjaga makanan bergizi lengkap: protein, karbohidrat, dan lemak. Untuk minum, pilih air yang matang dan bersih. Air dari galon polikarbonat aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Natsir juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu agar janin berkembang optimal.

“Contohnya pada ibu penderita diabetes yang tidak menjaga pola makan, bayi berisiko lahir dengan obesitas bahkan mencapai berat 6–6,5 kilogram,” katanya.

Keamanan galon polikarbonat sendiri sudah diakui berbagai lembaga otoritatif dunia.

US Food and Drug Administration (FDA) menyebut penggunaan polikarbonat dalam kemasan makanan dan minuman masih berada dalam level aman.

“Tingkat BPA yang terdeteksi dari kontak dengan pangan jauh di bawah ambang batas keamanan,” tulis FDA melalui laman resminya.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah menetapkan ambang batas maksimum migrasi BPA dari kemasan.

Baca Juga: NAHAS! Bengkel Sepeda Motor di Semarapura Terbakar, Kerugian Capai Rp70 Juta

Berdasarkan uji laboratorium, mayoritas sampel galon air minum dalam kemasan (AMDK) menunjukkan hasil jauh di bawah batas aman tersebut.

Meski demikian, sejak 2020 isu bahaya BPA terus digulirkan dengan narasi menakut-nakuti konsumen, khususnya ibu hamil.

Propaganda ini diduga kuat berkaitan dengan persaingan bisnis di industri AMDK, di mana isu BPA dimanfaatkan untuk menggeser pasar galon guna ulang ke produk sekali pakai.

Dengan dasar bukti medis, hasil laboratorium, dan regulasi resmi dari BPOM maupun FDA, para pakar menekankan bahwa air dari galon polikarbonat aman bagi ibu hamil serta janin.

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Retribusi di Pelabuhan Kusamba, Kajari : Ada Arah ke Pidana

Narasi bahaya BPA dinilai tidak berdasar dan lebih condong sebagai strategi persaingan bisnis ketimbang fakta kesehatan.(***)

Editor : Rika Riyanti
#dokter #Aman #ibu hamil #Galon