BALIEXPRESS.ID – Polemik dugaan pembabatan hutan lindung di Desa Ambengan, Buleleng, terus menjadi perhatian publik.
Video perdebatan antara Nengah Setiawan dan dua petugas Dinas Kehutanan Buleleng viral di media sosial, setelah Setiawan mengunggah kondisi hutan yang terlihat gundul.
Setiawan, yang berniat menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, justru mengaku didatangi dan merasa diintimidasi oleh oknum petugas kehutanan. Peristiwa ini pun menuai sorotan tajam, tidak hanya dari masyarakat, tapi juga para tokoh publik.
Salah satu yang angkat bicara adalah anggota DPD RI asal Bali, Dr. Arya Wedakarna (AWK). Melalui akun media sosialnya, AWK membagikan ulang video viral tersebut dan menyampaikan dukungannya kepada Nengah Setiawan.
"Tidak ada yang salah dengan aspirasi rakyat tentang hutan gundul. Intimidasi oleh oknum Dishut Buleleng harus diusut," tegas AWK dalam keterangannya, Selasa (07/10/2025).
Baca Juga: Balita di Karangasem Luka Serius Akibat Gigitan Anjing Liar, Status Rabies Masih Misterius
Tidak berhenti di situ, AWK juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas melalui jalur kelembagaan.
Ia memastikan bahwa DPD RI Bali akan memanggil Dinas Kehutanan Kabupaten Buleleng untuk dimintai klarifikasi terkait sikap petugas di lapangan.
"Siap-siap, Dinas Kehutanan Kab. Buleleng akan dipanggil DPD RI Bali," tulisnya.
Pernyataan AWK ini mendapat dukungan luas dari masyarakat, khususnya netizen yang sejak awal menilai tindakan petugas kehutanan sebagai bentuk intimidasi terhadap warga yang menyuarakan kondisi lingkungan.
Sebelumnya, advokat senior dan mantan anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika, juga memberikan dukungan terbuka kepada Nengah Setiawan. Ia bahkan menawarkan bantuan hukum apabila ada tekanan yang tidak semestinya.
Baca Juga: Usai Viralkan Dugaan Pembabatan Hutan di Desa Ambengan, Nengah Setiawan Didatangi Petugas Kehutanan
"Ade ape-ape kontak nah @Nengah Setiawan," tulis Pasek dalam kolom komentar.
Sikap Nengah Setiawan sendiri tetap tegas. Ia menyatakan bahwa unggahannya tidak dibuat untuk menyebarkan provokasi, melainkan demi membuka mata publik dan mendorong aparat agar bertindak cepat atas dugaan kerusakan hutan.
"Benehne pegawai itu mencari siapa yang membabat hutan, ne justru tiang yang memviralkan kok malah dicari. Kan ne termasuk pengintimidasian," ujar Setiawan dalam video yang dikutip pada Selasa.
Dengan sorotan dari wakil rakyat seperti Arya Wedakarna dan Gede Pasek Suardika, publik berharap agar peristiwa ini tidak berakhir sebagai kegaduhan semata, melainkan menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengawasan hutan dan perlindungan terhadap suara-suara kritis di masyarakat.
Editor : Wiwin Meliana