Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sosok Ni Made Gita Kusuma Yanti, Remaja Tabanan Terpilih Ikuti Pertukaran Budaya ke Australia

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 10 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Ni Made Gita Kusuma Yanti.
Ni Made Gita Kusuma Yanti.

BALIEXPRESS.ID- Ni Made Gita Kusuma Yanti, remaja Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, menorehkan prestasi gemilang.

Putri pasangan I Made Putra Atmaja dan Gusti Ayu Putu Erlindawati ini berhasil lolos dalam Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025.

Prestasi itu mengantarkan Gita menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti program magang, pertukaran budaya, dan proyek kolaborasi di Australia.

Gita menceritakan bahwa untuk mengikuti ajang ini, dirinya terlebih dahulu mengikuti seleksi tingkat provinsi yang digelar pada 16–18 Mei 2025.

Kala itu pesertanya puluhan orang. Mereka dari berbagai kabupaten di Bali.

Setelah berhasil tahap seleksi awal, dara 23 tahun ini selanjutnya melewati seleksi tingkat nasional pada 11 Juni 2025, hingga akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 21 delegasi Indonesia yang akan diberangkatkan ke Australia.

“Saat ikut seleksi di tingkat provinsi ada sekitar 40 peserta dari seluruh Bali, syukurnya, saya bisa menyisihkan peserta lainnya dari berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat,” ungkap Gita, yang juga merupakan Juara 1 National Speech Competition 2022 dan aktif di BASAbali Wiki, sebuah platform pemberdayaan perempuan dan pemuda.

Selama lima minggu di Australia, para delegasi AIYEP 2025 akan tinggal di Melbourne dan Sydney, mengikuti kegiatan magang, kolaborasi proyek sosial, serta pertukaran budaya.

Bagi Gita, kesempatan ini merupakan pengalaman langka yang membutuhkan kesiapan mental, wawasan global, dan kemampuan memahami isu sosial-politik di Tanah Air.

“Sebagai perempuan Bali dari desa dan di umur 23 Tahun ini, bisa keluar negeri mewakili negara adalah impian saya sejak dulu. Saya berharap pengalaman ini dapat menjadi batu loncatan untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan dan pemuda daerah,” tuturnya.

Program AIYEP sendiri merupakan kerja sama antara pemerintah Australia dan Indonesia yang telah berlangsung sejak tahun 1982.

Program ini bertujuan mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya dan pengalaman lintas negara, dengan melibatkan pemuda dari kedua negara untuk tinggal dan belajar di negara mitra selama beberapa bulan. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#GITA #tabanan #remaja berprestasi