BALIEXPRESS.ID— Sebuah kejadian dugaan percobaan penculikan dan pelecehan terhadap anak di bawah umur dilaporkan terjadi di Lapangan Renon, Denpasar, pada Minggu pagi, 12 Oktober 2025.
Korban merupakan seorang anak perempuan berusia 12 tahun, adik dari pengunggah kronologi yang membagikan kejadian itu melalui akun Instagram @ajunggde.
Baca Juga: Profil Chatarina Muliana Girsang, Mantan Jaksa KPK Gantikan Ketut Sumedana Pimpin Kejati Bali
Menurut keterangan keluarga yang dibagikan di media sosial, kejadian bermula ketika ibu dan korban berjualan minuman di kawasan Lapangan Renon saat car free day.
Sekitar pukul 08.30–09.00 WITA, seorang pria dewasa (perkiraan usia 35–40 tahun, bertubuh kurus, mengenakan baju hitam, topi, dan tas selempang) datang membeli sebotol minuman.
Baca Juga: Bupati Sanjaya Sampaikan Empat Ranperda Strategis dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan
Pengunggah menyebut pria itu tidak langsung membayar, melainkan meminta korban untuk ikut dengannya dengan alasan akan membayar di tempat lain.
Karena suasana ramai, korban mengikuti pelaku. Saat tiba di area Monumen Bajra Sandi yang lebih sepi, pelaku diduga mengeluarkan gunting dari tasnya dan memaksa korban untuk menjulurkan lidah serta mengambil foto/video.
Baca Juga: Viral! Sumur Komposter di Tabanan Dipenuhi Sampah Plastik, Warganet Soroti Kurangnya Edukasi
Pelaku juga diduga meraba punggung, wajah, bahu, serta menarik rambut korban. Ketika korban memohon agar rambutnya dilepaskan, pelaku kemudian memotong rambut korban dan lari, membawa potongan rambut itu.
Beruntung seorang saksi melintas sehingga korban dapat melepaskan diri dan segera ditemukan oleh ibunya. Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas polisi yang sedang berjaga di kawasan Lapangan Renon.
Baca Juga: Tips Membeli iPhone 17 Pro
Menurut unggahan keluarga, respons seorang petugas dianggap acuh dengan pernyataan, “Saya di sini bukan untuk menjaga anak ibu saja karena saya menjaga ribuan orang di sini.” Keluarga menyatakan kekecewaan atas sikap tersebut dan khawatir pelaku masih berkeliaran.
Kondisi korban digambarkan sangat trauma dan menangis, keluarga membawa korban ke salon untuk menyambung rambutnya yang dipotong.
Pengunggah juga mengimbau masyarakat untuk membagikan kejadian ini sebagai peringatan agar pengawasan terhadap anak diperketat.
Editor : Wiwin Meliana