SINGARAJA, BALI EXPRESS - Nasib sial menimpa seorang karyawan swasta asal Seririt, I Ketut Yogi Umarayana,36. Ia kehilangan sepeda motor kesayangannya saat sedang bekerja di kebun, Minggu (12/10) siang. Peristiwa itu terjadi di Banjar Dinas Padma Kencana, Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.
Pagi itu, sekitar pukul 06.30 Wita, Yogi berangkat ke kebunnya seperti biasa. Ia mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam dengan nomor polisi DK 5093 EA. Sesampainya di lokasi, ia memarkir motor di depan pondok kebun tanpa mengunci setang dan bahkan membiarkan kunci masih tergantung di motor. Keyakinannya bahwa area kebun aman rupanya menjadi kelengahan fatal.
Usai memarkir kendaraan, Yogi langsung menuju lahan yang berjarak sekitar 500 meter untuk menyemprot rumput. Pekerjaan itu memakan waktu sekitar empat jam. Namun, saat ia kembali ke pondok sekitar pukul 10.30 Wita, motornya sudah raib. Hanya jejak ban yang tersisa di tanah, mengarah ke jalan keluar kebun.
Sontak Yogi panik. Ia sempat berkeliling mencari ke sekitar area, berharap pelaku tidak jauh kabur. Namun usahanya sia-sia. Motor yang menjadi alat transportasi utamanya itu benar-benar hilang. Ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Busungbiu.
“Benar, ada laporan kehilangan sepeda motor milik warga Seririt di wilayah Desa Telaga. Kasusnya sedang kami selidiki untuk mengungkap pelaku dan mencari keberadaan barang bukti kendaraan,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi Selasa (14/10).
Baca Juga: Cemburu Buta, Pria di Banyuasri Dianiaya Pacar Tetangga
Dari laporan awal, korban mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan dengan menelusuri kemungkinan jalur kabur pelaku serta memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
IPTU Yohana juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat meninggalkan kendaraan, terutama di tempat yang sepi seperti area kebun atau ladang.
“Jangan biarkan kunci tergantung atau motor dalam kondisi tidak terkunci. Kejahatan bisa terjadi kapan saja, terutama jika ada peluang,” imbaunya. ***
Editor : Dian Suryantini