Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bupati Satria Buka Aksiku 2025, Ajang Kreativitas Generasi Muda Lestarikan Budaya Klungkung

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 17 Oktober 2025 | 14:32 WIB
DIBUKA : Pembukaan Aksiku 2025 (Atraksi Melestarikan Seni Budaya di Kabupaten Klungkung) yang digelar di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (16/10/2025).
DIBUKA : Pembukaan Aksiku 2025 (Atraksi Melestarikan Seni Budaya di Kabupaten Klungkung) yang digelar di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (16/10/2025).

BALIEXPRESS.ID – Alunan gamelan dan semangat para seniman muda mewarnai pembukaan Aksiku 2025 (Atraksi Melestarikan Seni Budaya di Kabupaten Klungkung) yang digelar di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Klungkung I Made Satria, yang menegaskan pentingnya pelestarian seni dan budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Penglingsir Puri Klungkung Ida Dalem Smara Putra, dan Kadis Kebudayaan I Ketut Suadnyana, Bupati Satria menyampaikan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus mendorong kreativitas generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali.

“Seni dan budaya adalah jiwa dari Klungkung. Kita harus terus berinovasi agar tradisi tidak sekadar dilestarikan, tetapi juga berkembang sejalan dengan zaman,” ujar Bupati Satria.

Ia menegaskan, Pemkab Klungkung akan terus memberikan dukungan nyata melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) serta penganggaran kegiatan berbasis seni dan budaya di berbagai wilayah.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan I Ketut Suadnyana menuturkan, Aksiku 2025 dikonsep lebih dekat dengan kalangan muda agar kecintaan terhadap seni tumbuh sejak dini.

"Kami ingin anak-anak muda Klungkung punya ruang untuk mengekspresikan diri lewat seni. Dengan begitu, tradisi dan nilai budaya kita tidak berhenti di masa lalu,” katanya.

Tahun ini, rangkaian Aksiku 2025 diawali dengan Lomba Gong Kebyar Wanita Antar Kecamatan yang berlangsung 16–17 Oktober. Empat sekaa gong akan menampilkan kebolehannya melalui empat materi lomba, yakni tabuh lelambatan, tari kreasi pilihan, tabuh kreasi baru, dan tari wajib Tari Nelayan.

Keesokan harinya, Sabtu (18/10), kemeriahan dilanjutkan dengan Lomba Baleganjur Ngarap tingkat SMP yang diikuti sembilan sekolah dari empat kecamatan. Para peserta akan menampilkan kekompakan dan semangat juang melalui irama baleganjur yang menggugah.

“Baleganjur bukan sekadar seni tabuh, tapi juga sarana menanamkan disiplin, kerja sama, dan semangat kebersamaan,” ujar Suadnyana.

Sebagai puncak kegiatan, Aksiku 2025 akan dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI) dari Kemendikbudristek kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Klungkung hingga kini tercatat memiliki sejumlah kekayaan budaya yang telah diakui secara nasional, antara lain Uyah Kusamba, Tenun Rangrang, Tradisi Gandrung Bangun Urip di Nusa Penida, serta Lukat Geni di Desa Satria.

“Semua ini bukti bahwa budaya Klungkung masih hidup dan berkembang. Tugas kita menjaga agar generasi muda bangga menjadi bagian dari warisan luhur ini,” pungkas Suadnyana. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#sebuah #Aksiku #pembukaan #budaya #klungkung