BALIEXPRESS.ID- Sebuah tragedi tragis membuat gempar warga di kawasan Dangin Puri, Denpasar Timur, pada Kamis (16/10). Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial KST, nekat ulah pati (mengakhiri hidup).
Baca Juga: Bunda PAUD Kabupaten Badung Apresiasi Pelatihan Pencegahan Stunting Bagi Guru PAUD
Remaja berusia 15 tahun tersebut ditemukan gantung diri pada pohon jeruk lemo. Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi pun membeberkan kronologi peristiwa memilukan ini.
Awalnya, seorang saksi mata inisial NMS, 59, pulang dari berjualan, sekitar pukul 10.30 WITA. Sesampainya di kosnya dan hendak membuka pintu kamar, wanita ini malah melihat korban tergantung di pohon jeruk lemo.
Baca Juga: Gudang Styrofoam di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp3 Miliar
"Posisi korban ditemukan di halaman belakang rumah," beber Sukadi, Jumat (17/10). Hal ini lantas diberitahukan kepada tetangga berinisial SS, 58. Lalu, mereka sama-sama meminta bantuan tetangga sekitar.
Tetangga berinisial IKHK, 59, lalu menelpon Kelian Adat agar dilaporkan ke pihak berwajib. Piket UKL Polsek Denpasar berikutnya mendatangi lokasi untuk melakukan Olah TKP awal. Tak berselang lama Tim Identifikasi Polresta Denpasar juga tiba.
Hasil pemeriksaan petugas, posisi jenasah kepala menghadap ke atas, kaki kanan menekuk dan kaki kiri lurus, tidak mengenakan baju, menggunakan celana pendek. Ditemukan barang bukti tali nilon yang digunakan ulah pati, sebuah parfum, sebuah kursi.
Baca Juga: Bupati Satria Buka Aksiku 2025, Ajang Kreativitas Generasi Muda Lestarikan Budaya Klungkung
"Kondisi korban keluar air mani dari kemaluan, keluar feses dari anus, tampak jeratan tali pada leher, serta lidah di gigit" tambahnya. Ternyata, KST sempat menulis dua lembar surat yang ditujukan untuk sang ayah dan teman temannya.
Surat tersebut berbunyi, "Omang (Panggilan korban, red) akan denger kasih sayang bapak, perjuangan bapak, tapi omang minta maaf sama bapak, omang belum bisa mengasi harapan yang bapak inginkan dan omang maaf juga perbuatan omang. Omang Sayang Bapak," tulisnya.
Sementara untuk temannya, "Aku minta maaf sama temen-temenku kalo aku ada salah TMPYK Rujak Sekawan Limo". Kini, jenazah remaja itu disemayamkan di rumah duka. Terkait kejadian tersebut pihak keluarga masih rembug dengan kelurga besar.
Baca Juga: Heboh Oknum Guru di Tabanan Kirim Video Mesum ke Siswa, Dinas Pendidikan Bertindak
Dari pihak kelurga pun tidak melaporkan kejadian tersebut ke Pihak Kepolisian dan dianggap sebagi musibah.
"Surat pernyataan sudah dibuat kelurga korban serta video testimoni bahwa pihak keluarga tidak melaporkan ke Polsek Denpasar Timur," pungkasnya. (ges)
Editor : Wiwin Meliana