Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Unud Tak Bisa Pastikan Mahasiswa FISIP Jatuh dari Lantai Berapa: “Tidak Ada Saksi yang Melihat Langsung”

Rika Riyanti • Selasa, 21 Oktober 2025 | 03:12 WIB

 

Gedung FISIP Unud Sudirman
Gedung FISIP Unud Sudirman

 


BALIEXPRESS.ID — Pihak Universitas Udayana (Unud) mengaku belum dapat memastikan dari lantai berapa mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Timothy Anugerah Saputra (TAS), jatuh hingga meninggal dunia di Kampus Sudirman, Rabu (15/10).

Dalam konferensi pers di Gedung Pascasarjana Unud, Senin (20/10), Ketua Unit Komunikasi Publik Unud Dr. Dewi Pascarani menyampaikan bahwa meskipun rekaman CCTV di lokasi berfungsi, tidak ada kamera yang menangkap secara utuh peristiwa jatuhnya korban.

“CCTV kami bisa berfungsi dengan baik, namun ada blind spot yang tidak bisa menangkap kejadian secara utuh. Bahwa almarhum tertangkap kamera CCTV berjalan di lorong itu ada, tapi pada saat setelah itu tidak tertangkap lagi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Baca Juga: Satpol PP Bali Panggil Nuanu Creative City, Dalami Temuan Pansus TRAP DPRD Bali

“Kami tidak bisa mengonfirmasi apakah itu lompat dari lantai dua atau empat karena tidak ada bukti, tidak ada saksi yang melihat dari lantai berapa persisnya,” jelasnya.

Menurut Dewi, satu-satunya saksi hanya melihat korban sudah berada di lantai dua.

“Di awal kami menemukan satu saksi yang melihat dari luar gedung itu sudah almarhum posisinya di lantai dua mau turun ke bawah. Tapi pastinya dari lantai berapa itu kami tidak bisa pastikan,” katanya.

Pihak universitas juga menyebut telah membuka akses kepada pihak kepolisian untuk melanjutkan penyelidikan.

Baca Juga: Sempat Ditawari Parpol Lain, Diana Putri Mantapkan Diri Masuk PDIP

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memberikan akses seluas-luasnya untuk melanjutkan investigasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Unud menegaskan tengah menelusuri dugaan perundungan dan ucapan nir empati yang beredar di media sosial pasca kejadian.

Dewi, mengatakan pihak kampus bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan serta Dekan FISIP telah menugaskan satuan tugas untuk melakukan pendalaman.

“Pihak universitas sejak hari Jumat tanggal 17 Oktober 2025 telah menugaskan Satgas PPKPT untuk melakukan pendalaman. Beberapa mahasiswa pelaku ucapan nir empati telah dipanggil dan diperiksa untuk mempercepat proses,” ujarnya.

Tim tersebut, lanjut Dewi, didukung oleh tim pencari fakta yang terdiri dari ahli hukum dan psikolog.

“Tim ini bertugas untuk mengumpulkan dan menelaah data serta fakta mengenai aspek psikososial almarhum. Diharapkan tim ini akan segera menyusun rekomendasi kepada pimpinan mengenai sanksi apa yang akan diberlakukan kepada seluruh pelaku ucapan nir empati tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: TPS3R Bhuwana Resik Ubah Sampah Jadi Pupuk Kompos, Warga Mendoyo Dangin Tukad Rasakan Manfaatnya

Ia menegaskan universitas mengecam segala bentuk tindakan tidak empatik, baik di dunia nyata maupun digital.

“Universitas Udayana mengecam keras segala bentuk ucapan, komentar atau tindakan nir empati, perundungan, kekerasan verbal, maupun tindakan tidak empatik, karena tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan etika akademik universitas,” tegasnya.

Selain isu perundungan, Dewi juga menepis kabar yang menyebut tekanan akademik menjadi penyebab meninggalnya almarhum.

“Kami telah melakukan klarifikasi langsung kepada dosen pembimbing skripsi almarhum. Berdasarkan keterangan yang kami terima, proses bimbingan skripsi baru berjalan sekitar 20 hari dan telah dilakukan pembimbingan sebanyak dua kali. Proses berjalan baik dan komunikatif,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Buleleng Kawal Penataan OPD, Mutasi ASN Dipastikan Profesional dan Transparan

Pihak Unud juga menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Kami berjanji, berkomitmen akan mengawal kasus ini dan terus memberikan update terkait hasil asesmen dari Satgas PPKPT,” tutup Dewi.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #perundungan #unud #bunuh diri