Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

UNIPAS Buleleng Perkuat Mitigasi Melalui Program Kampus Siaga Bencana

Dian Suryantini • Jumat, 24 Oktober 2025 | 21:13 WIB

Simulasi mitigasi bencana di Kampus Universitas Panji Sakti Singaraja
Simulasi mitigasi bencana di Kampus Universitas Panji Sakti Singaraja

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Universitas Panji Sakti (UNIPAS) Buleleng menegaskan komitmennya untuk menjadi kampus yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana di wilayah Bali Utara. Melalui kegiatan bertajuk Kampus Siaga Bencana yang digelar pada Jumat (24/10), UNIPAS melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Buleleng, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga langkah konkret untuk menumbuhkan kesadaran mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan perguruan tinggi. Rektor Universitas Panji Sakti, I Nyoman Gede Remaja, menegaskan bahwa kampus harus menjadi pelopor budaya sadar bencana.

“Kami siap menjadi kampus siaga bencana yang tidak hanya tanggap, tetapi juga berperan dalam membangun budaya sadar bencana di kalangan civitas akademika. Mitigasi yang baik adalah kunci utama dalam meminimalisasi dampak bencana. Untuk itu, kami akan terus menanamkan nilai-nilai kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Rektor Remaja menambahkan, upaya ini juga sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi—yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang dapat diarahkan untuk memperkuat ketahanan bencana. Ia menilai, kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di kampus.

Dukungan kuat datang dari BPBD Kabupaten Buleleng. Kepala Pelaksana, I Gede Suyasa, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, teknologi, dan kebijakan publik dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang efektif.

“Ada tiga poin penting yang harus kita perhatikan dalam penanganan bencana. Pertama, edukasi kepada masyarakat agar mereka paham dan siap menghadapi potensi bencana. Kedua, pemanfaatan teknologi untuk mempercepat respons dan penyebaran informasi. Ketiga, regulasi yang baik agar semua upaya dapat berjalan terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca Juga: Belasan Jabatan Strategis di Pemkab Buleleng Resmi Terisi, Sucipto Kembali ke Dinkes, Pasda Jadi Kadis Termuda

Suyasa juga menilai, kegiatan semacam ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring kerja antara lembaga pendidikan dan instansi teknis. Kampus, menurutnya, memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi dan riset kebencanaan yang bisa diintegrasikan dengan program pemerintah daerah.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, yang turut hadir dalam acara tersebut.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Panji Sakti atas inisiatif Kampus Siaga Bencana ini. Upaya seperti ini sangat penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan sadar bencana,” ujarnya.

Bagus Suweta menilai, UNIPAS telah mengambil langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas dan pendidikan. ***

Editor : Dian Suryantini
#teknologi #bencana #BPBD #mitigasi #Lintas Sektor #pendidikan