Misteri Kematian Mahasiswa Unud Mulai Terungkap, Petugas Kebersihan Sempat Lihat Korban Lepas Sepatu
I Made Mertawan• Minggu, 26 Oktober 2025 | 14:28 WIB
Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy membenarkan penahanan Togar Situmorang. (Bali Express/Istimewa)
BALIEXPRESS.ID – Kasus kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Timoty Anugrah Saputra (TAS),22, perlahan menemui titik terang.
Hasil penyelidikan sementara kepolisian memberikan kepastian bahwa Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu diduga mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara melompat dari lantai 4 gedung kampus.
Kesimpulan itu mengemuka setelah tim penyidik Polda Bali memeriksa lebih dari 20 saksi dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.
Hasil rekaman yang sempat dikira rusak justru menjadi kunci utama dalam mengungkap misteri di balik kematian Timoty.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, dari hasil analisis sementara, korban terlihat menaiki tangga menuju lantai 4 sendirian.
Dalam rekaman CCTV, korban sempat menepi di salah satu sudut, kemudian melepaskan sepatunya. Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh dari arah luar gedung.
Sepasang sepatu yang ditinggalkan di dekat pagar pembatas lantai 4 itu kemudian diidentifikasi sebagai milik korban.
Petugas kebersihan yang sempat melihat Timoty membuka sepatunya juga memberikan keterangan serupa.
Saat dievakuasi, korban ditemukan tanpa alas kaki di halaman bawah gedung.
Petugas keamanan kampus awalnya sempat mengira kamera pengawas di lantai 4 rusak karena layar monitor tampak gelap.
Namun setelah dicek ulang menggunakan alat perekam cadangan, seluruh rekaman berhasil dibuka.
Tiga kamera statis yang terpasang di area tersebut menampilkan sudut pandang berbeda—ke arah tangga, lift, dan bagian luar gedung—yang memperjelas kronologi sebelum kejadian.
Polisi menegaskan, hasil penyelidikan saat ini masih bersifat sementara. "Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk teman dekat dan dosen korban, masih berlangsung," katanya.
Meski indikasi bunuh diri cukup kuat, penyidik tetap membuka kemungkinan adanya faktor lain di balik peristiwa tragis tersebut.
Dari keterangan teman-teman dekatnya, Timoty dikenal sebagai sosok yang cerdas, aktif di kegiatan kampus, dan mudah bergaul. Tidak ada tanda-tanda ia mengalami tekanan psikologis atau masalah serius.
Pihak keluarga sempat menolak autopsi dan menyerahkan ponsel korban kepada pamannya.
Setelah dilakukan pendekatan oleh tim penyidik, ponsel akhirnya diserahkan untuk dianalisis lebih lanjut.
“Pemeriksaan ponsel sedang berjalan. Hasilnya akan kami sampaikan setelah proses analisis selesai,” jelas Ariasandy. (*)