SINGARAJA, BALI EXPRESS — Deretan lampu tenaga surya tampak di sepanjang jalan dari Tukad Sumaga hingga Celukan Bawang. Lampu-lampu tersebut hasil dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. General Energi Bali (GEB). Dengan nilai bantuan mencapai Rp 1 miliar, langkah ini menjadi salah satu dukungan dari sektor swasta terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah.
Bantuan yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng ini berupa 30 titik lampu penerangan jalan tenaga surya (PJU-TS). Pemasangan dilakukan di kawasan yang sebelumnya minim penerangan, sehingga sangat membantu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebut langkah tersebut sebagai contoh ideal bagi perusahaan lain yang berinvestasi di Buleleng.
“Kegiatan seperti ini sangat positif sekali, artinya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi itu tanggung jawab sosialnya ada,” ujar Bupati Sutjidra, Rabu (29/10).
Baca Juga: Tes Urine Pegawai Damkar Buleleng, BNN Pastikan Lingkungan Kerja Bersih dari Narkoba
Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menegaskan pentingnya pelaksanaan TJSL oleh setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Buleleng. Ia menilai, tanggung jawab sosial bukan sekadar kewajiban formal, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Ke depan, kegiatan seperti ini harus menjadi kewajiban. Perusahaan yang sudah berinvestasi di Buleleng harus bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Penerangan jalan tenaga surya tersebut tidak hanya memperindah wajah jalur utara Buleleng, namun juga menjadi langkah konkret menuju energi bersih dan ramah lingkungan. Dengan teknologi panel surya, lampu-lampu tersebut tidak bergantung pada listrik konvensional, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menekan emisi karbon.
Langkah PT. General Energi Bali ini menambah deretan kontribusi positif dunia usaha di Buleleng melalui program TJSL. Beberapa perusahaan lain pun telah menunjukkan kepedulian serupa dalam bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat.
Bupati Sutjidra berharap, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pembangunan daerah yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika semua pihak berperan aktif.
“Kami sangat terbuka bagi investor yang ingin berkontribusi membangun Buleleng. Pemerintah siap memberikan kemudahan perizinan, selama investasi itu jelas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dengan terpasangnya 30 titik lampu tenaga surya di jalur utama tersebut, kini masyarakat di wilayah utara Buleleng menikmati penerangan yang lebih baik. ***
Editor : Dian Suryantini