SINGARAJA, BALI EXPRESS – Selain sigap dalam penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng juga menerima laporan lainnya. Misalnya penangkapan hewan berbahaya yang masuk ke dalam rumah. Salah satunya adalah ular.
Dalam seminggu terakhir laporan untuk penangkapan ular, beruntun. Laporan datang dari warga, I Dewa Gede Rai. Dalam kondisi hujan Rabu (30/10), tim Disdamkarmat berhasil mencidul ular piton.
Masih di hari yang sama, Regu 1 Pos Induk juga mengevakuasi ular sepanjang satu meter di rumah warga Jalan Pulau Obi Gang Bima, Kelurahan Penarukan. Warga bernama Nyoman Budarsana mengira ular itu kobra, namun setelah ditangani petugas diketahui jenisnya adalah ular sawah.
Baca Juga: 30 Titik Lampu Tenaga Surya Terangi Jalur Utara Buleleng
Sementara pada malam sebelumnya, Selasa (28/10/) TRC menerima laporan dari Anita, warga Perumahan Permai Gang Sakura No. 2 Kalibukbuk. Seekor ular kobra masuk ke rumahnya sekitar pukul 22.05 Wita. Petugas tiba di lokasi sepuluh menit kemudian dan berhasil mengevakuasi ular berbisa tersebut dalam waktu singkat.
Kepala Disdamkarmat Buleleng, Arya Suardana, mengatakan sepanjang tahun 2025 hingga Oktober pihaknya telah mengevakuasi 148 ekor ular, 34 biawak, dan 5 anjing.
“Hewan yang dievakuasi biasanya dilepas kembali ke habitat aslinya, kecuali jika ada permintaan khusus dari warga untuk keperluan tertentu seperti obat tradisional. Itu untuk ular,” jelasnya.
Arya menambahkan, meningkatnya laporan keberadaan ular di permukiman disebabkan oleh perubahan cuaca dan berkurangnya habitat alami. Ia mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mencoba menangkap ular sendiri.
“Cukup laporkan ke petugas. Kami siap datang kapan saja,” ujarnya.
Editor : Dian Suryantini