SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana malam di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, mendadak tegang pada Sabtu (1/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Seorang warga setempat dilaporkan mengamuk dalam kondisi mabuk sambil membawa sebilah pedang, dan sempat mengancam adik kandungnya sendiri.
Pelaku diketahui bernama I Gede PJ,38. Ia seorang mekanik bengkel sepeda motor yang tinggal di Banjar Dinas Seraya, Desa Baktiseraga. Aksi nekatnya membuat geger warga sekitar yang segera melapor ke aparat keamanan.
Berdasarkan laporan warga, Bhabinkamtibmas Desa Baktiseraga, Aiptu Ketut Sarina, bersama tim URC SIGAP Polres Buleleng, segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi. Laporan awal menyebutkan bahwa pelaku dalam keadaan mabuk berat dan membawa senjata tajam berupa pedang, sambil berteriak-teriak dan membuat resah warga sekitar.
Pelapor dalam kejadian ini adalah Ni Nyoman Petri Jariningsih,32, adik kandung pelaku yang juga tinggal serumah. Dalam keterangannya, ia mengaku ketakutan setelah kakaknya tiba-tiba pulang dalam keadaan mabuk dan marah-marah tanpa alasan jelas. Ia bahkan sempat diancam dengan pedang yang diacungkan pelaku di dalam rumah.
Beberapa saksi mata di lokasi, yakni Gede Agus Bayu Apriana,27 dan Kartono,60, membenarkan bahwa pelaku berteriak-teriak sambil menenteng pedang. Warga yang panik segera menjauh dan memilih menghubungi pihak berwajib sebelum situasi bertambah parah.
Tak butuh waktu lama, aparat kepolisian tiba di lokasi dan langsung melakukan pendekatan persuasif. Setelah beberapa menit negosiasi, pelaku akhirnya berhasil ditenangkan dan diamankan tanpa perlawanan berarti. Senjata tajam berupa pedang pun disita sebagai barang bukti.
Baca Juga: Truk Fuso Hantam Honda Beat, Satu Tewas, Satu Luka-Luka
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz mengatakan, menurut keterangan awal, pelaku diduga dipengaruhi minuman keras dan sedang dalam kondisi emosional. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut, meskipun suasana sempat mencekam.
“Kami mengapresiasi laporan cepat warga. Respons dini seperti ini penting agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin (3/11).
Kini, pelaku diamankan ke Polsek Buleleng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya motif lain di balik kemarahan pelaku, serta memastikan kondisi psikisnya pasca kejadian. ***
Editor : Dian Suryantini