BALIEXPRESS.ID - Sejumlah siswa di SD Negeri Dawan Kaler, Klungkung harus melakukan proses belajar di gedung UKS dan perpustakaan sekolah untuk sementara waktu.
Hal itu karena ruang kelasnya mengalami kerusakan dan belum mendapat sentuhan perbaikan dari pemerintah.
Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan di bagian atap, bahkan plafonnya ambruk.
Kerusakan gedung berusia belasan tahun itu semakin parah akibat guyuran hujan yang cukup lebat.
Plt Kepala Sekolah Ketut Gede Pasek menyebut, saat kejadian tidak ada proses belajar mengajar karena bertepatan dengan hari libur.
Meskipun sudah mendapat perbaikan ringan, namun tidak bisa membuat proses belajar menjadi aman.
“Genteng jatuh dan menimpa plafon, beruntung kejadian itu saat libur sekolah,” ujar Pasek.
Adapun tiga kelas yang mengalami kerusakan antara lain Kelas I, II, dan III.
Dengan demikian, pihak sekolah memutuskan untuk menggabung ruangan antara kelas V dan II, sedangkan kelas I dan III dipindah ke gedung UKS dan perpustakaan.
“Kelas II ada 20 siswa, kelas V ada 23. Kami gabungkan karena keterbatasan ruang, tapi suasananya jelas tidak kondusif,” katanya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom bersama Komisi III DPRD telah meninjau langsung kondisi sekolah tersebut.
Kondisi tersebut dianggap sudah tidak layak lagi dan perlu dilakukan rehabilitasi.
“Kami sudah lihat langsung, bangunannya benar-benar tidak bisa dipakai sejak Februari. Dinas Pendidikan sudah menganggarkan Rp 400 juta untuk perbaikan pada tahun 2026,” kata Anom.
“Kami mendorong agar prosesnya bisa dipercepat, paling lambat mulai dikerjakan Maret mendatang,” tegas politikus PDIP ini. (*)
Editor : I Made Mertawan