Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalan Subak di Catur Kintamani Rusak Parah, Nuarta Ibaratkan Naik Motor seperti Menunggang Kuda

I Made Mertawan • Jumat, 7 November 2025 | 14:57 WIB
Prajuru Subak Abian Triguna Karya, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli, menyampaikan aspirasi ke DPRD Bangli, Kamis (6/11/2025).
Prajuru Subak Abian Triguna Karya, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli, menyampaikan aspirasi ke DPRD Bangli, Kamis (6/11/2025).

BALIEXPRESS.ID- Pengurus Subak Abian Triguna Karya, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli, mengadu ke DPRD Bangli, Kamis (6/11/2025).

Mereka yang diterima Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika dan dinas terkait, menyampaikan kondisi infrastruktur pertanian yang memprihatinkan.  

Klian Subak Abian Triguna Karya, I Ketut Pulih didamping Sekretaris I Made Nuarta dan lainnya, menjelaskan bahwa ada dua jenis jalan pertanian yang menjadi perhatian.

Pertama, jalan produksi pertanian sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 5 meter yang kini mengalami kerusakan berat.

Batu-batu aspal terlepas membuat permukaan jalan tidak rata.  Jalan produksi ini menjadi akses utama bagi petani untuk mengangkut hasil panen berupa jeruk maupun kopi.

“Kalau naik sepeda motor itu seperti menunggang kuda,” kata Nuarta.

Selain jalan produksi, Pulih juga menyampaikan kondisi jalan usaha tani, berupa rabat beton dengan panjang sekitar 800 meter dan lebar kurang lebih 2 meter.

Walaupun kondisinya tidak rusak parah, jalan usaha tani tetap memerlukan perbaikan agar akses petani tetap lancar.

Menurut Pulih, kondisi kedua jalan ini berpengaruh langsung terhadap ekonomi petani.

Distribusi hasil panen menjadi terhambat, sehingga memengaruhi harga jual.

Begitu juga saat membeli pupuk atau kebutuhan pertanian lainnya, biaya angkut menjadi lebih tinggi.

“Perbaikan jalan produksi ini sangat mendesak,” tegas Pulih.

Pulih yang sudah 38 tahun menjadi klian subak ini menambahkan, persoalan ini sebenarnya sudah pernah disampaikan ke dinas terkait beberapa tahun lalu.

Bahkan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah turun meninjau kondisi jalan pada 2023, namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Kerusakan jalan di Subak Abian Triguna Karya, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, semakin parah akibat tak dapat perbaikan.
Kerusakan jalan di Subak Abian Triguna Karya, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, semakin parah akibat tak dapat perbaikan.

Jalan produksi ini pertama kali diaspal pada 2002 sebagai bagian dari program pengembangan kawasan agropolitan dari Bappenas.

Pengaspalan sharing dana pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Status kepemilikan jalan yang tidak jelas diduga menjadi kendala penganggaran perbaikan.

“Kalau tidak bisa dianggarkan pada 2026, kami berharap 2027 sudah bisa terealisasi,” harap Pulih.

Perbaikan swadaya terhadap jalan produksi sempat dilakukan pada 2015 dengan membeton sebagian jalur, namun karena keterbatasan biaya, tidak mencakup seluruh jalan.

Kini kondisinya kembali menurun. Saat ini, Subak Abian Triguna Karya memiliki sekitar 80 anggota yang setiap hari mengandalkan jalan tersebut untuk kegiatan pertanian.

Secara terpisah, Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika mengingatkan dinas terkait untuk terlebih dahulu memastikan status jalan beraspal yang dibangun pada tahun 2002 tersebut.

Jika jalan itu dikategorikan sebagai jalan produksi, maka tidak diperbolehkan menggunakan aspal, melainkan harus dibangun dengan rabat beton.

Namun apabila tetap ingin menggunakan aspal, maka status jalan tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi jalan kabupaten. 

“Menurut pandangan saya, kalau itu jalan produksi, ya tetap jalan produksi. Jangan dimasukkan ke jalan kabupaten. Kalau dibeton, silakan,” tegas Suastika.

Sambil menunggu proses penetapan status jalan beraspal itu, Suastika juga mengingatkan dinas terkait agar tidak melupakan kebutuhan pembangunan jalan usaha tani berbahan rabat beton.

Ia menyebut, meskipun APBD 2026 sudah disahkan, masih ada peluang untuk merealisasikan pembangunan tersebut melalui sumber anggaran lain seperti dana BKK. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#Kintamani #Jalan Rusak #dprd bangli