Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

PILU! Sempat Chat Anak untuk Minta Maaf, Sopir Truk Ulah Pati di Denpasar

I Gede Paramasutha • Jumat, 7 November 2025 | 22:05 WIB
Evakuasi: Petugas mengevakuasi jenazah sopir truk yang ulah pati di Denpasar.
Evakuasi: Petugas mengevakuasi jenazah sopir truk yang ulah pati di Denpasar.

 

BALIEXPRESS.ID - Warga yang tengah beraktivitas di Lapangan Kapten Japa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur dibuat gempar oleh penemuan seorang sopir truk yang ulah pati (mengakhiri hidup), Kamis (6/11) pukul 18.30 WITA.

Korban yang diketahui berinisial INS, 42, ditemukan dalam keadaan gantung diri pada pohon Bintaro, pada parkiran sebelah utara lapangan.

Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi menerangkan, sebelum kejadian, sopir truk itu sempat menghubungi anak laki-lakinya inisial GYDW, 18, untuk memberitahukan soal aksinya ini.

"Korban menghubungi anak kandungnya melalui pesan WhatsApp, dia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya dan mengatakan akan mengakhiri hidup hari itu," tuturnya.

Bahkan, pria asal Selat, Karangasem tersebut mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya sedang duduk dengan seutas tali plastik di sampingnya.

Tampak pula satu botol minuman beralkohol jenis Arak Mojito di dekatnya. Sehingga, anak itu bergegas untuk datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Sayangnya, INS sudah lebih dulu dapat melancarkan aksinya itu. Ia pun ditemukan oleh sekelompok anak-anak yang baru selesai berolahraga di lapangan.

Menurut saksi inisial W, 39, yang kala itu hendak berbelanja di sekitar lokasi, sekelompok anak-anak tersebut terlihat menyenter ke arah seseorang yang tergantung dan berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Saat didekati, ternyata memang benar ada orang yang sudah meninggal.

Begitupula saat anak korban GYDW tiba di TKP, didapati sang ayah sudah tak bernyawa. Kepada polisi, anak itu lanjut menerangkan bahwa INS diketahui memiliki masalah keluarga.

Ia telah lama berpisah tempat tinggal (pisah ranjang) dengan istrinya. "Korban hidup seorang diri dan sering berpindah-pindah tempat kos atau tempat tinggal," tandasnya.

Sebelum berpisah pun, korban dan istrinya sering bertengkat yang disebabkan oleh permasalahan ekonomi.

Sehingga, diduga permasalahan-permasalahan tersebut lah yang menjadi pemicu tindakan nekat ini.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan proses hukum lebih lanjut," imbuhnya. Selanjutnya, jenazah INS dievakuasi ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan Ambulance BPBD Kota Denpasar. (ges)

Editor : Iqbal Kurnia
#chat #denpasar #ulah pati