BALIEXPRESS.ID - Penemuan sesosok mayat di Sungai/Tukad Guming, Jalan Kecubung, Gang Sedap Malam, Desa Sumerta Kaja, Denpasar Timur pada Sabtu (8/11) pagi, menghebohkan warga sekitar. Korban diketahui merupakan seorang pria lanjut usia (lansia) bernama I Made Sukarsa.
Adanya lansia tak bernyawa di Tukad Guming, Denpasar ini pertama kali diketahui oleh warga yang tinggal dekat dengan tempat kejadian perkara (TKP) berinisial berinisial KGS, 45, sekitar pukul 05.00 WITA.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, kala itu saksi pulang dari berbelanja di warung.
Saat melintas di Gang Sedap Malam, dirinya kaget lantaran melihat ada kaki yang mengambang di sungai. "Saat didekati oleh saksi KGS, maka diketahui itu merupakan tubuh manusia," beber Kompol Sukadi.
Lalu, KGS pun memanggil tetangga sekitar untuk mengecek dan bersama dan dapat dipastikan itu adalah seorang lansia yang sudah tak bernyawa.
Temuan ini lantas disampaikan kepada Kelian Lingkungan setempat untuk memastikan identitasnya.
Setelah terungkap korban adalah Made Sukarsa asal Banjar Lebah, Sumerta Kaja, Kelian Banjar pun menghubungi anak korban inisial IMRPC, 43. Sehingga, pria itu bergegas ke lokasi untuk melihat ayahnya.
"Anak korban menerangkan bahwa orang tuanya sebelumnya pamit berangkat menuju ke pasar untuk membeli perlengkapan persembahayangan," tuturnya.
Adapun hasil pemeriksaan Tim Identifikasi Kepolisian terhadap jenazah, ditemukan luka pada bagian kepala diduga akibat benturan.
Baca Juga: Lansia di Karangasem Belum Kembali, Diduga Tersesat di Hutan Saat Mengejar Sapi Lepas
Ditemukan luka lecet pada tangan dan kaki, posisi jenasah saat di temukan di dalam sungai, kepala menghadap ke barat dan kepala terendam oleh air.
Korban menggunakan baju warna hitam, celana pendek warna abu. Di sebelahnya terdapat janur yang masih terikat dan plastik merah yang berisi bunga.
Dugaan sementara, korban tewas karena terpelset, hingga jatuh ke sungai.
Kini, jenasah Sukarsa sudah dibawa kerumah sakit Prof Dr IGNG Ngurah untuk dititipkan sambil menunggu rembug keluarga.
"Dari pihak keluarga menganggap kejadian di atas musibah dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian," pungkasnya. (*)
Editor : I Gede Paramasutha