Kali ini dilakukan dengan menyasar masyarakat di Banjar Lebah Siung dengan tema “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Lingkungan Bersih dan Sehat” pada Sabtu (8/11) pagi.
Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK serta Kepala Dusun Lebah Siung, dan menghadirkan dua narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, yakni I Made Mayun Maha Diputra, S.Hut., M.Agr.Sc., M.Sc. dan Ni Kadek Sioni Dwi Utami, S.Si.
Seminar dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga serta mendorong kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan desa.
Mayun Maha Diputra menjelaskan konsep dasar penanganan sampah organik yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga. Ia menekankan bahwa sampah organik bukan hanya limbah, melainkan sumber daya yang bernilai ekonomis apabila dikelola dengan baik.
“Mengelola sampah organik bisa dilakukan untuk menghemat biaya sehari-hari, misalnya dengan membuat eco-enzyme yang dapat menggantikan sabun cuci piring dan pel lantai,” ujarnya.
Mayun juga memberikan contoh sederhana pembuatan eco-enzyme menggunakan limbah dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran. Ia menegaskan bahwa produk hasil olahan tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membantu mengurangi penggunaan bahan kimia rumah tangga.
Pendekatan praktis ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan mengurangi volume sampah organik yang terbuang.
Sementara itu Ni Kadek Sioni Dwi Utami, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam penanganan sampah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak perlu menunggu program besar dari pemerintah, melainkan dapat dimulai dari rumah tangga.
“Pengelolaan sampah bisa dimulai dari keluarga kita sendiri. Dari langkah kecil, kita bisa berkontribusi menyelesaikan masalah lingkungan global,” ujar Sioni.
Ia menambahkan, pemilahan sampah menjadi organik dan anorganik merupakan langkah dasar yang dapat dilakukan tanpa memerlukan fasilitas khusus.
Kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan sekitar rumah, dan mengurangi plastik sekali pakai akan berdampak besar terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Pemerintah Desa Panji Anom menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala Dusun Lebah Siung, I Gede Arya Oka, menyatakan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan bersama yang membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi.
“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif mahasiswa yang telah membantu memberikan edukasi lingkungan bagi warga. Harapannya, materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” singkatnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika