Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pasca Dibongkar, Puing Bangunan Pantai Bingin Kini Dirapikan

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 10 November 2025 | 02:41 WIB

Alat berat Dinas PUPR Badung yang dikerahkan untuk merapikan puing-puing bangunan di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (9/11).
Alat berat Dinas PUPR Badung yang dikerahkan untuk merapikan puing-puing bangunan di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Minggu (9/11).

BALIEXPRESS.ID - Pasca pembongkaran usaha di Pantai Bingin, Desa Pecatu, Kuta Selatan, kini Dinas PUPR Badung merapikan puing-puing bangunan.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya puing bangunan yang terseret ombak.

Para pengunjung pantai pun diharapkan tetap berhati-hati dalam beraktivitas.

Baca Juga: Warga Desa Panji Anom Diedukasi Pengelolaan Sampah

Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra mengatakan, perapian ini dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Terlebih jika terjadi air pasang bongkaran bangunan tidak terseret kleh ombak.

“Perapian ini atas arahan pimpinan agar puing-puing pembongkaran ketika gelombang air luat naik tidak ke daratan di pesisir Pantai Bingin,” ujar Gung Rama, Minggu (9/11).

Baca Juga: Mulai 2026, Pemkab Badung Pastikan Beri Beasiswa SMA Hingga S1

Pihaknya menyebutkan, pembersihan ini dimulai dengan mengangkut puing bangunan menuju daratan yang lebih tinggu.

Kemudian akan dilakukan penataan kecil dengan membangun tanggul.

Kedua upaya ini pun dilakukan agar puing bangunan tidak berserakan akibat ombak maupun air hujan yang mengalir dari atas tebing.

Baca Juga: Berkas Administrasi Lengkap, tapi Kapten Mudita Belum Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

“Selain karena air laut, sekarang juga sudah mulai musim hujan, jadi kami melakukan mitigasi agar air hujan tidak mengalir membawa material ke perairan,”ungkapnya. 

Dalam pengerjaanya, Gung Rama mengaku, telah menyiapkan dua alat berat jenis ekskavator.

Perapian ini ditargetkan dapat rampung dalam waktu kurang dari sebulan.

Terlebih volume pekerjaan tidak terlalu berat dan saat ini telah memasuki musim hujan.

“Targetnya tidak sampai satu bulan, kami upayakan bisa lebih cepat. Astungkara bisa selesai lebih pendek,” paparnya. 

Tim di lapangan juga disebutkan, akan memastikan tanggul yang dibangun tetap terlihat alami tanpa mengurangi estetika.

Terlebih dirinya telah melihat langsung Pantai Bingin masih menjadi spot kunjubgan wisatawan.

Untuk itu, Gung Rama mengimbau, para penunjung agar tetap berhati-hati karena masih terdapat puing di area pantai dan perairan.

“Waktu saya cek kemarin, masih banyak wisatawan yang datang ke sana. Kami imbau supaya berhati-hati karena masih ada puing di daratan dan perairan sebelum pembersihan tuntas,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#dinas pupr #puing bangunan #pembongkaran #Pantai Bingin #Pecatu