Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPS3R Desa Panji Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Edukasi, Selaras dengan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019

Dian Suryantini • Senin, 10 November 2025 | 21:42 WIB

Pengolahan sampah organik di TPS3R Desa Panji.
Pengolahan sampah organik di TPS3R Desa Panji.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS — Desa Panji di Kecamatan Sukasada, Buleleng kini tak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang asri, tetapi juga mulai mencuri perhatian karena inovasi uniknya. Desa ini mengubah Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) menjadi destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan.

Inisiatif ini dipelopori oleh tim dosen Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yang dipimpin oleh Dr. Nyoman Dini Andiani, lewat program bertajuk “Transformasi TPS3R sebagai Destinasi Wisata Edukasi Berbasis Eco Edu Village Tourism.” Program ini merupakan kelanjutan sekaligus penguatan dari kolaborasi Undiksha bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Program Kedaireka.

Tujuannya untuk memperkuat kolaborasi masyarakat desa melalui pendidikan lingkungan, pemberdayaan ekonomi kreatif, dan pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan.

“Transformasi TPS3R tidak hanya soal limbah, tapi tentang cara baru memandang sampah. Dari beban menjadi potensi wisata dan edukasi,” ujar Dini, Senin (10/11).

Langkah ini sejalan dengan semangat Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Pergub ini menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memilah, mengurangi, dan mengolah sampah sejak dari rumah. Apa yang dilakukan Undiksha bersama masyarakat Desa Panji adalah wujud konkret dari semangat itu — membangun kesadaran ekologis dengan cara yang menyenangkan dan berkelanjutan.

Melalui program ini, Undiksha berhasil mempertemukan berbagai elemen masyarakat Desa Panji, mulai dari Pokdarwis, Kelompok Perempuan Ecovillage Homestay, hingga Kelompok TPS3R. Ibu rumah tangga, anak-anak, hingga pemuda desa bersatu dalam semangat yang sama, yakni menjadikan sampah sebagai sumber inspirasi.

Baca Juga: Implementasikan Pergub Bali No. 47, Desa Baktiseraga Produksi Pupuk dari Sampah Organik

Di TPS3R Panji, wisatawan kini bisa belajar langsung cara mengolah limbah organik dan anorganik. Tak sekadar teori, mereka diajak melihat proses daur ulang plastik menggunakan mesin pengolah jenis TTE dan HDPE bantuan Undiksha. Dari sana, lahirlah produk-produk ramah lingkungan seperti tempat pensil dan souvenir berbahan plastik daur ulang. Beberapa unit komposter juga disalurkan ke kelompok warga untuk memperkuat pengelolaan sampah rumah tangga. 

Selain memberikan edukasi lingkungan, kegiatan ini juga menumbuhkan kebanggaan warga terhadap potensi lokalnya. Anak-anak muda desa pun kini aktif menampilkan atraksi budaya dengan busana tradisional yang disediakan melalui program ini — menegaskan bahwa pariwisata tak melulu soal hiburan, tapi juga tentang pelestarian nilai dan budaya.

Dengan semangat “Undiksha Berdampak, Membangun Desa”, Desa Panji kini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah tak harus identik dengan bau dan kotor, tapi bisa menjadi pintu masuk menuju transformasi sosial, ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan — sepenuhnya sejalan dengan semangat hijau yang digaungkan Gubernur Bali Wayan Koster, lewat Pergub 47 Tahun 2019. ***

Editor : Dian Suryantini
#edukasi #lingkungan #wisata #TPS3R #desa panji #sampah