Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puluhan Guru Agama Hindu di Pasuruan Disasar Pengabdian Masyarakat, Tingkatkan Kopetensi dalam Bingkai Multikultur

I Putu Mardika • Minggu, 16 November 2025 | 00:24 WIB

Puluhan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Hindu Kabupaten pasuruan saat mengikuti kegiatan Pengabdian masyarakat Program Pasca Sarjana IMK, Sabtu (15/11)
Puluhan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Hindu Kabupaten pasuruan saat mengikuti kegiatan Pengabdian masyarakat Program Pasca Sarjana IMK, Sabtu (15/11)
BALIEXPRESS.ID-Sebanyak 25 orang kelompok kerja guru  (KKG) Pendidikan Agama Hindu di Kabupaten Pasuruan mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Agama Hindu Pasca Sarjana Institut Agama Hindu Mpu Kuturan, pada Sabtu (15/11)

Acara pengabdian yang diselenggarakan dari 14 s/d 16 November ini dipusatkan di Wantilan Pura Kawitan Widya Dharma, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan ini menghadirkan tiga orang narasumber yang merupakan dosen Pendidikan Agama Hindu Program Pasca Sarjana. Mereka diantaranya Prof. Dr. I Made Suweta, M.Si yang memaparkan tentang Membangun Nilai Toleransi dan Moderasi Beragama Berbasis Susastra Hindu.

Pemaparan materi berjudul Tri Hita Karana sebagai Paradigma Spiritualitas Guru Agama Hindu dalam Konteks Pembelajaran Multikultur juga diberikan Dr. Ni Rai Vivien Pitriani, S.Pd.H., M.Pd.H.

Sedangkan narasumber Dr. I Wayan Sudiarta, S.Pd.,M.Pd.H memaparkan materi bertema Inovasi Pembelajaran Agama Hindu Berbasis Nilai Multikultural.

Wayan Sudiarta yang juga sebagai Ketua Panitia pengabdian masyarakat menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru Pendidikan Agama Hindu di Kawasan Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, guru perlu diberikan sentuhan materi untuk peningkatan peran guru Agama Hindu dalam membangun generasi muda berbasis pendidikan multikultural.

“Kami berharap, guru-guru Agama Hindu di kawasan ini semakin memperdalam kemampuan pedagogi, Kompetensi sosial, professional, dan kepribadian. Nah,  sikap toleransi dan moderasi dalam bingkai multikultur juga dibutuhkan, saat menjalankan perannya sebagai pendidik bisa menularkan nilai-nilai itu,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan KKG Pendidikan Agama Hindu, Kabupaten Pasuruan, Puja Wasistha, S.Sos mengapresiasi atas diskusi yang diselenggarakan serangkaian pengabdian masyarakat.

Ia menyebut, kegiatan ini tentunya dapat menambah wawasan dalam menjalankan tugasnya sebagai Guru Pendidikan Agama Hindu sehingga semakin professional.

“Kami berterimakasih sekali, karena tentunya bisa mendapatkan wawasan dari proses diskusi ini. Semoga kegiatan ini senantiasa berkesinambungan,” ungkap Puja. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#Pendidikan Agama Hindu #pasuruan #guru #jawa timur #KKG #tosari