BALIEXPRESS.ID - Polres Buleleng terus menyelidiki peristiwa laka lantas yang terjadi di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (14/11) pagi.
Pihak kepolisian juga telah melakukan olah TKP lanjutan untuk mengetahui penyebab tergulingnya mobil yang ditumpangi oleh 13 WNA Tiongkok saat itu.
Kendati demikian, polisi masih belum dapat membeberkan hasil olah TKP.
"Polda Bali sudah turun melakukan olah TKP bersama kami. Hasilnya sudah kami serahkan ke Satlantas untuk dikaji kembali," ujar Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Senin (17/11) siang.
Kapolres Widwan juga menerangkan, sopir Hiace hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Namun, sopir Hiace belum ditetapkan sebagai tersangka.
"Iya, masih diamankan. Ada beberapa hal yang harus kami lakukan sebelum menetapkan status tersangka. Sopir juga mengalami patah tangan," kata dia.
Untuk pemeriksaan kendaraan, Widwan mengaku masih melakukan pendalaman terhadap piranti-piranti mobil.
Kelaikan kendaraan pun menjadi salah satu fokus pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng.
"Kami meminta bantuan kepada Dishub untuk memeriksa. Hasilnya sudah ada, nanti akan kami sampaikan secara rinci," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah mobil Hiace terguling di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Mobil yang ditumpangi 13 WNA Tiongkok itu diduga mengalami rem blong.
Akibatnya, 5 WNA Tiongkok meninggal dunia dan 8 lainnya luka-luka.
Kelima jenazah WNA Tiongkok itu hingga kini masih dititipkan di ruang jenazah RSUD Buleleng.
Editor : Iqbal Kurnia