BALIEXPRESS.ID – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Serangan, I Wayan Dana, 60, yang hilang sejak Rabu (20/11), akhirnya menemukan titik terang.
Setelah tiga hari melakukan operasi SAR, tim gabungan menemukan Wayan Dana dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pantai Sawangan, Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 09.48 WITA.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi menjelaskan bahwa pencarian dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan sejak Kamis hingga Sabtu.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga jatuh ke laut saat memancing gurita menggunakan jukung di perairan Pantai Karang, Sanur, Denpasar Selatan.
Pada hari ketiga, Sabtu (22/11) pagi, operasi kembali dimulai pukul 07.00 WITA. Tim melakukan penyisiran dari lokasi awal di Pantai Karang ke arah selatan, sesuai pola arus dan kecepatan angin. Tim juga memetakan ulang area pencarian untuk memperluas jangkauan.
"Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain, Personel Pos Sanur dan Pos Kapal Serangan Polairud Polresta Denpasar, Tim SAR Dit Polairud Polda Bali, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas), Balawista Pantai Sanur, serta Babinpotmal TNI AL," tutur Sukadi.
Sejumlah peralatan dan armada dikerahkan, termasuk kapal Polisi XI-1014, kapal milik Basarnas, Rapid Deployment Land SAR, drone thermal, Aqua Eye, dan peralatan komunikasi.
Sekitar pukul 09.48 WITA, tim menerima laporan adanya sosok mayat mengapung di perairan Pantai Sawangan, tepat di depan Hotel Hilton, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan.
Tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah menggunakan kapal Basarnas menuju Dermaga Pasiran, Pelabuhan Benoa.
"Setibanya di darat, jenazah langsung dibawa ke RS Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans Balawista Badung untuk dilakukan identifikasi," tambahnya.
Pihak keluarga, yakni anak korban bernama I Wayan Debiarta, memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Wayan Dana.
Diketahui, Wayan Dana, seorang nelayan asal Banjar Kaja, Kelurahan Serangan, Denpasar Selatan, hilang saat memancing gurita menggunakan jukung di perairan Pantai Karang pada Rabu (20/11).
Sejak itu, operasi pencarian terus dilakukan dari pagi hingga sore setiap harinya, mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, serta arah angin. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.
Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan dan mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. (*)
Editor : I Gede Paramasutha