SINGARAJA, BALI EXPRESS - Suasana tenang di Gang I No.11, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Astina, mendadak berubah panik pada Jumat (28/11) pagi. Kepulan asap dan kobaran api muncul dari dapur berukuran 2x3 meter milik warga setempat, Ni Luh Maryani, 61, yang saat itu tengah memasak seorang diri.
Menurut informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika Maryani kehabisan gas di tengah aktivitas memasak. Ia kemudian membeli tabung gas baru dan memasangnya ke regulator seperti biasa. Namun tanpa disadari, diduga terjadi kebocoran gas sesaat setelah tabung terpasang. Ketika ia kembali menyalakan kompor untuk melanjutkan memasak, gas yang bocor langsung tersambar api.
Dalam hitungan detik, semburan api menyambar tubuh korban, terutama pada bagian kepala, tangan, dan lengan. Korban sempat berteriak minta tolong sebelum warga sekitar bergegas memberikan pertolongan dan menghubungi petugas damkar. Api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum merambat ke ruangan lain.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana, saat dikonfirmasi pada Sabtu (29/11), membenarkan terjadinya insiden tersebut. Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian bersama unit terkait telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah adanya kebocoran pada tabung gas yang terjadi sesaat setelah korban memasang tabung pada regulator. Ketika api dinyalakan kembali, gas langsung tersambar dan membakar area dapur,” jelasnya.
Baca Juga: Di Balik Dentingan Besi, Ada Tubuh yang Terluka, Ada Perlindungan yang Siaga
IPTU Yohana menambahkan bahwa korban mengalami luka bakar cukup serius sehingga membutuhkan penanganan medis intensif. “Korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta akibat kerusakan pada dapur dan peralatan masak,” ungkapnya.
Ia kembali mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan berhati-hati saat mengganti tabung gas. Pemeriksaan sederhana seperti memastikan karet seal masih layak, regulator terpasang sempurna, dan tidak ada bunyi mendesis dapat mencegah risiko fatal.
“Keselamatan harus diutamakan. Pastikan semua dalam keadaan baik sebelum menyalakan kompor,” tegasnya. ***
Editor : Dian Suryantini