BALIEXPRESS.ID — Upaya menata kembali arus lalu lintas di kawasan wisata Ubud terus digencarkan. Pada Selasa (2/12) aparat gabungan menggelar operasi penertiban parkir liar di tiga titik yang kerap menjadi sumber kemacetan. Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, dan melibatkan 25 personel yang terdiri dari Polsek Ubud, Dinas Perhubungan Gianyar, serta pecalang Desa Adat Padangtegal.
Operasi dimulai dengan apel kesiapan sebelum petugas diterjunkan ke lapangan. Sasaran penertiban meliputi Jalan Raya Hanoman Padangtegal, Jalan Raya Monkey Forest Ubud, dan Jalan Dewi Sita Ubud—tiga ruas yang selama ini sering mengalami penyempitan arus akibat kendaraan yang parkir sembarangan. Para pengendara yang melanggar diarahkan untuk memindahkan kendaraan ke kantong-kantong parkir resmi, seperti Lapangan Astina Ubud, Central Parkir Batu Karu, Central Parkir Monkey Forest, Area Parkir Dalem Puri, Pura Dalem Ubud (Abangan), hingga area parkir depan Bebek Bengil Restaurant.
Kapolsek Ubud menjelaskan, penertiban dilakukan dengan sistem zonasi untuk memaksimalkan pengaturan kendaraan. Pengendara di Jalur Tjok Sudarsana diarahkan ke parkir Pura Dalem dan Dalem Puri, sementara wilayah selatan seperti Jalan Hanoman dan Monkey Forest dialihkan ke central parkir Monkey Forest, parkir Bebek Bengil, dan Lapangan Astina. Untuk wilayah utara, termasuk Jalan Sweta, pengendara diarahkan ke Central Parkir Batu Karu.
Meski tidak ada pelanggaran yang berakhir dengan tilang atau tindakan derek, sebanyak 25 kendaraan tetap harus dipasangi stiker pelanggaran karena parkir di badan jalan meski telah diimbau. “Penertiban parkir liar ini dilakukan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di pusat Ubud. Parkir sembarangan menjadi penyebab utama penyempitan arus lalu lintas,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat mulai meningkat. Ruas-ruas jalan yang sebelumnya dipadati kendaraan kini terlihat lebih tertib dan bersih. Upaya penataan ini diharapkan mampu menciptakan kenyamanan bagi warga dan wisatawan yang melintas di kawasan Ubud. *
Editor : Putu Agus Adegrantika