Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Niang Soli, Aktif Menari Legong Bapang Saba Meski Berusia 102 Tahun

Putu Resa Kertawedangga • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:56 WIB

Gusti Ayu Soli atau lebih dikenal Niang Soli.
Gusti Ayu Soli atau lebih dikenal Niang Soli.

BALIEXPRESS.ID - Tari Legong umumnya akan dibawakan oleh seorang gadis Bali yang masih berusia muda.

Namun berbeda dengan Niang Soli, warga Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar masih aktif menari meski usianya telah 102 tahun.

Dirinya pun masih lincah membawakan tari sesuai pakemnya di Living World, Denpaaar, Sabtu (6/12).

Baca Juga: Aci Keburan Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2026, Tradisi Leluhur yang Wajib Dijaga”

Penampilannya dalam Roadshow Kebudayaan 2025 ini pun memukau seluruh penontonnyang hadir.

Bagaimana tidak, tubuh rentanya terlihat masing energik menunjukkan agem atau gerak tari Bali.

Dirinya tampil di atas panggung bersama empat penari yang tentunya berusia jauh lebih muda.

Baca Juga: Penyuluh Agama Kemenag Gianyar Sosialisasikan Pencegahan Korupsi dan Narkoba Sejak Dini

Kepada Koran Bali Express, Jawapos Grup, Niang Soli mengaku, aktif menari sejak usianya menginjak 5 tahun.

Bahkan kegiatannya menari terus dilanjutkan hingga akhirnya menikah.

“Saya dari kecil sudah bisa menari, sampai remaja berhenti setelah menikah. Kemudian setelah punya anak kembali menari,” ujar Niang yang memiliki nama lengkap Gusi Ayu Soli.

Baca Juga: Ketua APHB Gianyar, I Wayan Degus Jaya, Guru Muda Pelestari Budaya Bali dengan Rekam Jejak Organisasi

Aktifitas menarinya disebutkan, terus berjalan meski ada kesibukan lainnya.

Selain Legong, Niang Soli mengaku, dapat menarikan Tari Rangda.

Hingga saat ini dirinya aktif menari bersama Sanggar Seni Saba Sari dengan membawkan Tari Legong Bapang Saba.

“Saya sering ngangon, mencari rumput, tapi tetap belajar menari. Saya juga sering nari di banyak tempat,” ungkapnya.

Meski diusianya tak lagi muda, Niang Soli menyatakan, akan tetap aktif menari.

Hal ini dilakukan lantaran sangat mencintai Tari Bali.

Ketua Sanggar Seni Saba Sari, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra menerangkan, Niang Soli adalah murid dari kakek yang meneruskan Tari Legong Bapang Saba.

Penampilannya di Living World sejatinya dibawakan oleh para penerus dari keluarganya.

“Tarian ini diciptakan oleh I Gusti Ngurah Jelantik yang merupakan paman dari kakek saya, yaitu I Gusti Gede Raka. Kemudian terus dilanjukan oleh bapak saya, saya dan keluarga lainnya,” ujar Giri Putra.

Ia menyebutkan, tarian ini diperkirakan diciptakan sekitar tahun 1920-an.

Tarian ini pun terus dilestarikan oleh keluarga Puri Saba.

Penampilannya pun diiringi oleh 23 orang penabuh dan lima penari.

“Pertama ada Ni Made Dania Putri, yang baru kelas V, ada Ni Kadek Karisa Putri, kelas VII, Putu Intan Prasetia Dewi, yang kini kuliah. Kemudian istri saya, Ni Putu Veni Dianista, dan terakhir tentunya Niang Soli,” jelasnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#denpasar #legong bapang saba #gadis bali #menari #niang soli