Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siswa Madyama Rsi Markandya Dalami Panca Gita

Putu Agus Adegrantika • Sabtu, 13 Desember 2025 | 02:09 WIB

 

DILATIH : Siswa Madyama Rsi Markandya dilatih Panca Gita.
DILATIH : Siswa Madyama Rsi Markandya dilatih Panca Gita.

BALIEXPRESS - Upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai spiritual kembali digencarkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Gianyar. Pada Jumat (12/12), Penyuluh Agama Hindu Kemenag Gianyar, I Made Irawan, memberikan pembinaan makidung serta pendalaman makna Panca Gita kepada para siswa Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro, Tegallalang. Kegiatan ini berlangsung penuh antusias dan menjadi ruang penting bagi para siswa untuk mengenal lebih dalam tradisi Hindu yang sarat nilai luhur.

Pembinaan tersebut memberikan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan edukatif ini. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan keagamaan di sekolah serta menjadi contoh sinergi nyata dalam pelestarian adat dan budaya.

Dalam pemaparannya, I Made Irawan menekankan bahwa makidung bukan sekadar seni melantunkan syair, tetapi juga media spiritual untuk menyucikan pikiran dan membangun kedekatan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk memahami makna filosofis di balik setiap kidung sehingga tidak hanya mampu melantunkan, tetapi juga menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selain makidung, para siswa juga dibimbing untuk memahami secara utuh konsep Panca Gita, yakni lima unsur suara suci dalam upacara keagamaan: Genta, Kidung, Mantra, Gamelan, dan Suling. I Made Irawan menjelaskan bahwa unsur-unsur ini membentuk harmoni ritual yang dapat membangkitkan vibrasi positif, baik bagi pelaksananya maupun bagi lingkungan sekitar.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemahaman Panca Gita penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dengan penuh pemahaman, bukan sekadar mengikuti tradisi. “Jika anak-anak memahami makna di balik setiap unsur, maka mereka akan lebih mantap dalam menjalankan dharma dan menjaga kesucian upacara,” ujarnya.

Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti pembinaan. Mereka tidak hanya diberi materi, tetapi juga kesempatan berlatih makidung secara langsung. Pendekatan praktik ini membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan, sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan seni suara mereka.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan spiritual siswa. Melalui pelestarian tradisi Hindu seperti makidung dan Panca Gita, generasi muda di Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro diyakini mampu tumbuh menjadi pribadi yang berbudaya, beretika, dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman. *

Editor : Putu Agus Adegrantika