Untuk tahap ini, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 54 miliar dan saat ini telah diajukan kepada Kementerian Agama RI.
Rektor Institut Mpu Kuturan (IMK), Prof. Dr. I Gede Suwindia, M.A, mengatakan, pengajuan anggaran tersebut merupakan bagian dari kelanjutan pembangunan tahap II yang dirancang untuk memperkuat layanan akademik dan kemahasiswaan di kampus pascasarjana.
“Pembangunan tahap kedua ini mencakup penyelesaian gedung pelayanan akademik dan kemahasiswaan, termasuk penataan kawasan dan halaman kampus. Kami menargetkan finishing dapat dilaksanakan pada 2026, tentu setelah memperoleh persetujuan anggaran dari Kementerian Agama,” ujar Suwindia.
Menurut Suwindia, pembangunan kampus pascasarjana dilakukan secara bertahap agar selaras dengan perencanaan akademik dan kemampuan pendanaan.
Ia menegaskan, keberlanjutan pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang representatif dan mendukung proses pembelajaran serta layanan mahasiswa.
“Kampus pascasarjana ini dirancang tidak hanya sebagai pusat kegiatan akademik, tetapi juga sebagai ruang pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, penyelesaian pembangunannya menjadi prioritas jangka menengah institusi,” kata Suwindia.
Selain pembangunan fisik, pihak lembaga juga telah melakukan pengadaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan akademik.
Pengadaan tersebut dibiayai dari hasil relaksasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dimiliki institusi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Pengungsian Banjir di Langkat, Pastikan Warga Tertangani Optimal
“Kami melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran dan layanan akademik di Kampus Pascasarjana, sehingga aktivitas akademik bisa berjalan optimal meskipun pembangunan fisik dilakukan bertahap,” tutup Suwindia.
Sebelumnya, pada 2025, IAHN Mpu Kuturan telah menuntaskan pembangunan tahap I dengan total anggaran sebesar Rp 29 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung rektorat Kampus Pascasarjana serta konstruksi gedung kelas di Kampus Pascasarjana Jalan Kresna, Singaraja. (dik/bea)