BALIEXPRESS. ID- Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada para siswa Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro, Kecamatan Tegallalang, pada Senin (15/12). Kegiatan ini dikemas secara edukatif dengan mengombinasikan penyampaian teori dan praktik langsung, sehingga mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Hindu yang berlandaskan budaya lokal.
Kepala Kemenag Kabupaten Gianyar, Anak Agung Ngurah Wardhita, menekankan pentingnya pendidikan agama yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Menurutnya, pembinaan sejak dini sangat diperlukan untuk membentuk karakter generasi muda Hindu yang beriman, berakhlak, dan berbudaya.
Lebih lanjut, Anak Agung Ngurah Wardhita menyampaikan bahwa pelestarian tradisi dan budaya Bali harus dimulai dari lingkungan pendidikan. "Melalui kegiatan seperti ini, siswa diharapkan mampu memahami makna filosofis setiap sarana dan aktivitas keagamaan, sehingga tidak sekadar menjalankan tradisi secara turun-temurun tanpa mengetahui nilai luhur yang terkandung di dalamnya," paparnya.
Dalam sesi praktik, para siswa dibimbing langsung dalam pembuatan klangsah dan tipat yang merupakan bagian penting dari sarana upacara dalam agama Hindu. Selain itu, siswa juga mendapatkan pelatihan seni menari dan tabuh sebagai wujud pengenalan serta penguatan seni sakral yang menjadi identitas budaya Bali.
Antusiasme siswa terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari proses pembuatan sarana upacara hingga latihan seni. Pendekatan pembelajaran yang interaktif ini dinilai mampu menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan siswa terhadap warisan budaya dan tradisi keagamaan Hindu.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini, Kemenag Kabupaten Gianyar berharap para siswa Madyama Widyalaya Rsi Markandya Taro dapat menjadi generasi penerus yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman spiritual dan budaya yang kuat. Dengan demikian, nilai-nilai sradha dan bhakti tetap terjaga dan relevan di tengah dinamika perkembangan zaman. *
Editor : Putu Agus Adegrantika