Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pendidikan Budi Pekerti Hindu sebagai Fondasi Moral Generasi Masa Depan

I Putu Mardika • Kamis, 25 Desember 2025 | 20:30 WIB

Dosen Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Duwi Oktaviana, M.Pd
Dosen Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Duwi Oktaviana, M.Pd
BALIEXPRESS.ID-Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, dunia pendidikan menghadapi tantangan besar. Tantangan ini tidak hanya terkait dengan peningkatan kecerdasan intelektual, tetapi juga berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik.

Fenomena seperti menurunnya etika sosial, meningkatnya perilaku menyimpang, dan melemahnya nilai-nilai sopan santun menunjukkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik semata. Dalam situasi seperti ini, Pendidikan Budi Pekerti Hindu merupakan hal yang penting sebagai pondasi dalam pembentukan moral generasi muda.

Pendidikan Budi Pekerti Hindu pada dasarnya menganggap manusia sebagai makhluk sosial, spiritual, dan moral. Ajaran Hindu tidak hanya menekankan pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pengendalian diri, keseimbangan dalam hidup, serta keharmonisan hubungan antarmanusia.

Nilai-nilai mulia seperti Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat yang baik) membentuk kepribadian peserta didik yang memiliki karakter baik dan terpuji.

Dalam praktik Pendidikan, Pendidkan Budi Pekerti Hindu berfungsi sebagai panduan moral yang membimbing peserta didik untuk membedakan antara yang benar dan salah, baik dan buruk, serta pantas dan tidak pantas.

Pendidikan ini menyadarkan peserta didik bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, baik secara sosial maupun spiritual sesuai dengan prinsip hukum Karma Phala. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mematuhi aturan karena takut pada sanski, tetapi juga karena kesadaran batin dan tanggung jawab moral.

Selain itu, Pendidikan Budi Pekerti Hindu juga mengajarkan nilai toleransi, empati, dan cinta kasih (Tat Twam Asi).

Nilai-nilai ini sangat penting dalam konteks masyarakat Indonesia yang beragam. Dengan pemahaman bahwa “Aku Adalah Engkau, Engkau Adalah Aku”, peserta didik diajak untuk menghormati perbedaan, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Namun, tantangan terbesar dalam menerapkan Pendidikan Budi Pekerti Hindu adalah bagaimana mengubah nilai-nilai ajaran tersebut menjadi praktik pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Pendidikan karakter tidak akan efektik jika hanya diajarkan secara teori. Contoh keteladanan dari guru, budaya sekolah yang didasarkan pada nilai dharma, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan Pendidikan Budi Pekerti Hindu.

Oleh karena itu, Pendidikan Budi Pekerti Hindu bukan hanya sebatas mata pelajaran, tetapi juga sebagai inti dari seluruh proses pendidikan. Nilai-nilai Hindu harus diinternalisasikan dalam setiap aktivitas belajar, interaksi sosial, serta pengambilan keputusan dalam lingkungan pendidikan. Dengan pendekatan seperti ini, pendidikan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga berkembang secara moral dan spiritual.

Pada akhirnya, Pendidikan Budi Pekerti Hindu merupakan investasi jangka panjang bagi peradaban bangsa. Di tengah perubahan zaman semakin cepat, nilai-nilai luhur ajaran Hindu menjadi penyagga moral yang menjaga generasi muda agar tetap berakar pada etika, kearifan, dan martabat manusia. Inilah esensi pendidikan sejati: membentuk manusia utuh, cerdas, berkarakter, dan beradab. (*)

Oleh: Duwi Oktaviana, M.Pd

Dosen Pendidikan Budi Pekerti Hindu, Institut Mpu Kuturan

Editor : I Putu Mardika
#teknologi #pendidikan budi pekerti #hindu #IAHN Mpu Kuturan #tri kaya parisudha #Globalisasi #Kecerdasan intelektual