Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Merek Minuman Asal Bali Berbahan Kopyor Siap Tembus Pasar Ekspor

Rika Riyanti • Minggu, 28 Desember 2025 | 03:39 WIB

MINUMAN BARU: Konferensi pers pengenalan tiga produk berbahan dasar kopyor yang digelar di Badung, Sabtu (27/12)
MINUMAN BARU: Konferensi pers pengenalan tiga produk berbahan dasar kopyor yang digelar di Badung, Sabtu (27/12)

 


BALIEXPRESS.ID - PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), emiten produsen minuman beralkohol, resmi menjalin kemitraan dengan Coco Bali PTE LTD, perusahaan minuman berbasis di Singapura, untuk menggarap tiga merek minuman baru yang diarahkan untuk menembus pasar global.

Dalam kerja sama ini, keduanya memperkenalkan satu produk ready-to-drink (RTD) bertajuk Coco Bali dan dua varian spirit premium, yakni Clarissa Liqueur serta Libarron Whisky.

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery, Bona Budhisurya, mengungkapkan seluruh produk yang dikembangkan lahir dari Bali dan kemudian diproyeksikan melalui jaringan pengembangan di Singapura agar dapat bersaing di pasar internasional.

Baca Juga: Pascarevitalisasi, Dermaga Kedisan Kintamani Jadi Titik Singgah Favorit Wisatawan

Ia menyebut beberapa negara telah menjadi target ekspor, dimulai dari Jepang lalu dilanjutkan ke China, Hong Kong, Macau, Amerika Serikat, Meksiko dan sejumlah negara di Eropa.

“Market luar negeri besar sekali (potensinya), Jepang sudah tanda tangan, kemudian tadi ada datang dari Amerika, Meksiko dan Eropa,” kata Bona dalam konferensi pers di Badung, Sabtu (27/12).

Produk perdana yang siap diluncurkan untuk kategori RTD adalah COCO BALI, yang dibentuk sebagai respons atas pertumbuhan konsumsi minuman siap minum yang tengah meningkat secara global.

Baca Juga: Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Reksa Dana di Super Apps BRImo

Yang menarik dari minuman ini, merupakan bahan utamanya yakni kelapa kopyor dan salak gula. 

Bona menyampaikan bahwa pasar RTD pada tahun 2024 tercatat mencapai US$766,69 miliar dengan Asia Pasifik menyumbang pangsa 35,67%.

Pertumbuhan ini diperkirakan terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Baca Juga: Tingkat Hunian Hotel Karangasem Bergerak Lambat, Persoalan Sampah di Bali Pengaruhi Kunjungan

Melalui kolaborasi ini, keduanya juga membidik pasar Asia Pasifik, dengan Indonesia sebagai wilayah peluncuran awal tiga brand tersebut.

“Industri makanan dan minuman Indonesia adalah salah satu sektor besar dalam perekonomian dan diperkirakan terus tumbuh. Urbanisasi dan gaya hidup yang semakin cepat mendorong permintaan produk praktis seperti minuman RTD. Kesadaran akan kesehatan juga meningkat sehingga konsumen cenderung memilih minuman rendah gula, varian natural atau organik, atau minuman fungsional atau health oriented,” ujar⁠ Bona.

Meski peluang pasar terbuka, Bona menilai tantangan terbesar adalah membangun persepsi rasa di benak konsumen.

Ia mengatakan sebagian besar penikmat RTD di Indonesia terbiasa dengan rasa dominan manis, sehingga edukasi pasar perlu dilakukan agar masyarakat menerima pengalaman rasa baru yang lebih clean, seimbang, dan menyegarkan.

Baca Juga: Sehari Dua Motor Dilaporkan Hilang di Bangli, Aksi Terjadi di Kos dan Jalan Raya

Di sisi lain, Director of COCO BALI PTE LTD, Dennis Chua, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari strategi besar untuk mendorong minuman lokal Bali menuju panggung global serta memperkuat kehadiran industri craft di Indonesia.

“Bagi para investor, COCO BALI tidak sekadar merepresentasikan penjualan minuman. Brand ini dibangun sebagai lifestyle brand berbasis kekayaan intelektual, dengan daya ingat emosional yang kuat, otentisitas budaya, serta potensi lisensi global. Fokus kami adalah membangun merek yang nilainya terus bertumbuh secara berkelanjutan dari waktu ke waktu, bukan yang bergantung pada volume penjualan berbasis diskon,” kata Dennis.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #kelapa #lovina #clarissa