Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan Slankers Padati Konser Hey 42th Slank x HS “Berani Kita Beda” di Bali, Donasi Rp 500 Juta Disalurkan untuk Sumatra

Rika Riyanti • Minggu, 28 Desember 2025 | 18:12 WIB

MERIAH: Konser Slank dalam rangka HUT yang berlangsung meriah di Pantai Mertasari Sanur, Sabtu (27/12)
MERIAH: Konser Slank dalam rangka HUT yang berlangsung meriah di Pantai Mertasari Sanur, Sabtu (27/12)

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Konser Hey 42th Slank x HS “Berani Kita Beda” yang digelar di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Sabtu (27/12) malam, menjadi magnet bagi ribuan Slankers.

Meski hujan mengguyur Denpasar sejak pagi, antusiasme penonton tidak surut untuk merayakan ulang tahun Slank ke-42 sekaligus menyaksikan aksi panggung band legendaris asal Gang Potlot tersebut.

Rokok HS selaku promotor mengumumkan bahwa konser ini berhasil mengumpulkan keuntungan tiket sebesar Rp 500 juta.

CEO Surya Grup, Muhammad Surya, menegaskan seluruh pendapatan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra.

Baca Juga: Bertemu Koster Jelang Akhir Tahun, Ini Kata De Gadjah

“Terimakasih warga Bali Alhamdulillah malam ini kita mendapat lima ratus juta untuk kita sumbangkan,” kata Muhammad Surya, ditemui usai acara.

Selain melalui konser, dukungan HS untuk korban bencana di Sumatra juga masih berlangsung lewat lelang Vespa milik Kaka dan gitar bass milik Ivanka.

Lelang dilakukan melalui akun Instagram @beranibedashow.

Muhammad Surya turut menyampaikan apresiasinya kepada ribuan Slankers yang memenuhi area konser.

Baca Juga: Catat! Polresta Denpasar Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Izin yang Terbit Dibatalkan

Suasana penuh energi itu terasa hangat saat Slank memulai aksi panggung mereka dengan performa yang memukau.

Kaka, sang vokalis, tampil unik dengan memasuki panggung menunggangi Vespa, diiringi gebukan drum Bimbim.

Lagu “I Miss U But I Hate U” menjadi pembuka yang menggebrak.

“Slank lagi kolaborasi sama HS, semoga kolaborasi ini bisa dinikmati teman-teman semuanya,” ujar Kaka sambil menyapa para penggemarnya.

Slank yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho, dan Ivanka membawakan 18 lagu andalan, membuat penonton larut dalam euforia.

Lagu-lagu seperti Virus, Ku Tak Bisa, Seperti Para Koruptor, Mawar Merah, Lembah Baliem, dan deretan hits lainnya berhasil memanaskan suasana.

Namun, konser tidak hanya penuh gegap gempita.

Baca Juga: Rai Mantra Tekankan Modal Budaya Jadi Fondasi Pariwisata dan Ekonomi Bali

Nuansa haru menyelimuti ketika layar LED menampilkan memori sosok Bunda Iffet, figur penting bagi Slank dan Slankers.

“Tahun ini tahun terberat, saya tiap malam tahajud masih saja nangis. April lalu kami kehilangan Bundan Iffet. Malam ini kita mengenang Bunda Iffet di surga,” ucap Bimbim.

Kesedihan semakin terasa ketika ribuan penonton diajak menundukkan kepala dan memanjatkan doa untuk korban bencana di Sumatra.

“Banyak bencana di Indonesia. Malam ini, kita menundukkan kepala sejenak dan berdoa buat teman-teman, saudara kita di Sumatra. Di Aceh, Sumut dan Sumbar,” ujar Bimbim memimpin doa.

Baca Juga: Aksi Kabur Residivis Curanmor Gagal di Gilimanuk, Sederet Kejahatan Terbongkar

Ribuan penonton pun hening seketika, sementara layar LED menampilkan foto-foto korban bencana.

Setelah doa, lagu “Solidaritas” berkumandang sebagai bentuk dukungan moral bagi korban bencana di Sumatra dan berbagai daerah di Indonesia.

Konser juga menjadi ruang ekspresi kritik sosial yang dibawa Slank.

Menjelang lagu “Lembah Baliem”, Bimbim menyampaikan pesan perlawanan terhadap eksploitasi lingkungan.

 

“Lagu ini bercerita soal kerakusan umat manusia terhadap alam yang dieksploitasi secara berlebihan. Hingga akibatnya, di mana-mana hari ini terjadi bencana,” katanya.

Aksi paling dramatis terjadi ketika Kaka “ngamuk” di atas panggung.

Saat lagu “Rock n’ Roll Terus” mengalun, sejumlah orang-orangan sawah berkostum putih bertuliskan ‘Koruptor’ dan ‘Ilegal Loging’ dihadirkan.

Dengan emosi menggebu, Kaka menghajar boneka-boneka tersebut dengan tongkat, menendang dan memukulnya sebagai simbol kemarahan terhadap perilaku perusakan alam dan korupsi.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Kuda Api 2026, I Nyoman Kenak Tekankan Militansi dan Evaluasi Kinerja MGPSSR

Konser berakhir dengan gemuruh tepuk tangan dan teriakan penuh semangat dari penonton, menandai perayaan ulang tahun Slank ke-42 yang bukan hanya meriah, tetapi juga penuh makna kepedulian dan perlawanan.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #pantai mertasari #berani kita beda #slank