SINGARAJA, BALI EXPRESS - Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di depan Pasar Pemaron, Kecamatan Buleleng, Sabtu (27/12) pagi. Seorang balita perempuan berusia 3 tahun, Komang RA, meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk box yang melintas di jalur padat tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA di Jalan Surya Darma Km 6,5, tepat di depan kawasan pasar yang ramai aktivitas warga. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban saat itu dibonceng menggunakan sepeda motor Honda Vario DK 6336 UAC yang dikendarai Putu MP (13). Korban duduk di bagian depan kendaraan.
Dari arah berlawanan melaju truk 6 Box Hino DK 8317 UH yang dikemudikan Gede S,49. Ketika sepeda motor hendak berbelok ke arah selatan dan berhenti sesaat, balita tersebut terpeleset dan terjatuh ke badan jalan. Dalam waktu singkat, korban terlindas roda belakang kanan truk yang melintas dari arah timur ke barat.
Baca Juga: Kopi Robusta Lemukih Resmi Kantongi Indikasi Geografis, Identitas Kopi Buleleng Kian Kuat
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD Buleleng. Namun, akibat luka berat yang dialami, nyawa Komang RA tidak tertolong. Sementara pengendara sepeda motor hanya mengalami luka ringan dan menjalani perawatan jalan.
Sopir truk beserta dua penumpangnya, masing-masing Dewa GD,23 dan Nyoman M, 52, dilaporkan tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Kecelakaan terjadi saat sepeda motor berhenti untuk berbelok, kemudian penumpang anak kecil yang duduk di depan terpeleset dan jatuh ke jalan hingga terlindas truk yang datang dari arah berlawanan,” ujar IPTU Yohana, Senin (29/12).
Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban serta mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor, terlebih membonceng balita. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Keselamatan anak harus menjadi perhatian utama. Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama bagi masyarakat,” tegasnya.
Editor : Dian Suryantini