Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harmoni dalam Bhakti, Kolaborasi Pemuda Gianyar Satukan Aksi Sosial dan Spiritualitas di Tiga Pura Bersejarah

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 30 Desember 2025 | 01:48 WIB
SOSIAL : Kegiatan sosial dan spiritual di tiga pura oleh generasi muda di Gianyar.
SOSIAL : Kegiatan sosial dan spiritual di tiga pura oleh generasi muda di Gianyar.

BALIEXPRESS. ID– Semangat kebersamaan dan kepedulian generasi muda di Kabupaten Gianyar kembali ditunjukkan melalui aksi sosial dan spiritual bertajuk “Harmoni dalam Bhakti”, Minggu (28/12). Kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga organisasi kepemudaan besar, yakni Karang Taruna Kabupaten Gianyar, KNPI Kabupaten Gianyar, dan Pemuda Demokrat Indonesia, sebagai wujud nyata peran pemuda dalam menjaga lingkungan sekaligus melestarikan nilai-nilai spiritual.

Aksi sosial tersebut menyasar tiga pura cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi di Gianyar, yakni Pura Kebo Edan di Desa Pejeng, Pura Pagulingan di Desa Manukaya, serta Pura Mengening di Kecamatan Tampaksiring. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi mereresik atau bersih-bersih kawasan pura, dilanjutkan dengan sembahyang bersama, penyerahan punia, hingga prosesi melukat.

Selain berfokus pada kebersihan dan spiritualitas, para pemuda juga menyalurkan bantuan yang menyentuh kebutuhan langsung di lingkungan pura. Untuk mendukung kebersihan berkelanjutan, bantuan berupa dupa serta pengadaan tempat sampah organik dan anorganik diserahkan kepada pengelola pura. Sementara itu, para pemangku menerima kamen dan saput sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam melayani umat.

Kegiatan Harmoni dalam Bhakti ini merupakan after event dari kolaborasi sebelumnya, yakni Gianyar Health Run 2025, yang sukses digelar oleh elemen kepemudaan Gianyar. Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar sekaligus Steering Committee kegiatan, I Komang Adi Sudarta, S.P., menegaskan bahwa kolaborasi lintas organisasi menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan pemuda di era saat ini.

“Di era organisasi sekarang, kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika ingin menciptakan dampak yang luas bagi masyarakat. Harmoni dalam Bhakti membuktikan bahwa ketika pemuda Gianyar bersatu, dampak sosial dan spiritual yang besar bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Ketua Panitia, Pande Wayan Kamas Indrawan, S.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada para mitra lokal yang telah memberikan dukungan nyata sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan optimal meskipun dengan keterbatasan anggaran. Dukungan tersebut antara lain datang dari Ibu Kadek Winnie Kaori selaku CEO Kaori Group yang menyumbangkan dupa, Toko Ibu Ni Kadek Suartini Pasar Seni Sukawati yang mendukung pengadaan kamen dan saput, serta Toko 88 Perabot Rumah Tangga yang menyediakan tempat sampah organik dan anorganik.

“Sinergi dari para mitra sangat berarti bagi kami. Dengan anggaran terbatas, kegiatan ini tetap dapat berjalan maksimal berkat dukungan pihak-pihak yang memiliki visi yang sama untuk membangun Gianyar,” kata Pande Wayan Kamas Indrawan.

Kegiatan ditutup dengan prosesi melukat bersama di Pura Mengening. Ritual ini menjadi simbol pembersihan diri sekaligus penyegaran semangat para pemuda untuk terus berkarya, berbakti, dan berkontribusi bagi masyarakat, daerah, serta bangsa.*

Editor : Putu Agus Adegrantika