BALIEXPRESS.ID- Seluruh kamera pengawas atau CCTV milik Pemkab Bangli di ruang publik tidak berfungsi sekitar satu tahun terakhir. Aliran listrik menjadi kendala utama.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Bangli, I Nyoman Murditha, mengatakan CCTV tersebut masing-masing berada di wilayah kota, seperti selatan Patung Adipura, Catus Pata dekat alun-alun dan di utara sekitar pertigaan Patung Ida Pedanda.
Tidak aktifnya CCTV tersebut disebabkan kendala kelistrikan di lokasi pemasangan. Sambungan listrik CCTV sebelumnya terhubung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskominfosan Bangli berencana mengambil langkah koordinasi lintas organisasi perangkat daerah, khususnya dengan DLH tahun ini.
Koordinasi penting agar kelistrikan CCTV jelas, tetap di bawah DLH atau Diskominfosan yang memang memiliki tanggung jawab soal CCTV.
"Tahun 2026 saya ajukan biar aktif, koordinasi dengan DLH," ujar Murditha, Kamis (1/1/2026).
Sementara disinggung terkait perencanaan tahun anggaran 2026, Murditha menegaskan Diskominfosan Bangli tidak mengalokasikan anggaran pengadaan CCTV baru.
Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, padahal diakuinya keberadaan CCTV di ruang publik sangat penting.
CCTV dinilai krusial untuk memantau titik rawan kemacetan dan kawasan wisata.
Ia mencontohkan jalur kawasan Batur yang kerap mengalami kepadatan, khususnya saat momentum pujawali di Pura Ulun Danu Batur.
Meski tanpa pengadaan CCTV, Pemkab Bangli tetap menyiapkan penguatan infrastruktur digital melalui pengadaan jaringan internet.
Dalam pengadaan jaringan tersebut, Diskominfosan Bangli membuka peluang kerja sama dengan penyedia layanan yang memungkinkan adanya fasilitas CCTV gratis di sejumlah lokasi strategis.
“Kami akan ada pengadaan jaringan internet, nanti kan mungkin beberapa opsi untuk mereka memberikan free CCTV di beberapa area, misalnya dekat alun-alun," jelas Murditha yang baru beberapa hari dilantik menjadi kadis. (*)
Editor : I Made Mertawan