BALIEXPRESS.ID – Awal tahun 2026 diwarnai duka di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Seorang pemuda berinisial MKA, 21, ditemukan tewas di dasar jurang setelah diduga melakukan aksi ulah pati (Meng*khiri hidup) pada Jumat (2/1) pagi.
Polres Badung bersama tim medis telah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di bawah Jembatan Tukad Bangkung, serta identifikasi mendalam guna memastikan penyebab kematian korban yang disinyalir terjut dari jembatan dengan ketinggian sekitar 60 meter tersebut.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengungkapkan detail hasil pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Identifikasi Polres Badung bersama Tim Kesehatan Puskesmas Petang II di bawah pimpinan dr. Marcellino.
Berdasarkan pemeriksaan fisik di lokasi evakuasi, ditemukan sejumlah luka pada tubuh pemuda kelahiran Buleleng tersebut, seperti luka gores pada tangan kanan dan luka lecet di beberapa bagian badan.
Hidung dan telinga mengeluarkan darah, serta ditemukan bekas benturan keras pada kepala bagian belakang sebelah kanan.
Alat kemaluan korban mengeluarkan cairan, namun tidak ditemukan kotoran pada bagian dubur.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban," tegas Aiptu Ayu.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan kemeja merah motif kotak-kotak, mantel celana berwarna hijau toska, serta aksesori berupa anting-anting berbentuk salib di telinga sebelah kiri.
Di atas jembatan, petugas menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Lexy berwarna biru. Plat nomor motor tersebut sengaja dilepas dan disimpan di bawah jok dengan nomor polisi DK 2115 AEX.
Selain motor, ditemukan pula barang-barang milik korban seperti helm, tas, dompet berisi uang tunai Rp 235.000, powerbank, dan sepasang sandal yang tertinggal di atas pagar jembatan.
Yang paling menyayat hati, polisi menemukan pesan terakhir yang diketik korban pada aplikasi WhatsApp di ponselnya yang ditujukan kepada ibunya. Dalam pesan tersebut, MKA mengungkapkan rasa putus asa dan permintaan maaf yang mendalam.
"Mak maaf ya aku banyak salah ke mamak... Cuma aku dah gak kuat kek nya Mak maaf ya harus dengan cara kayak gini... Kunci, dompet, sama hp nya aku taruh di jok ya mudah-mudahan gak diambil orang motor nya," tulis korban dalam penggalan pesan tersebut.
Mengenai motif di balik aksi nekat mahasiswa yang berdomisili di Denpasar Selatan ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
"Motif secara pasti belum bisa dipastikan, namun berdasarkan isi pesan WhatsApp yang ditinggalkan untuk orang tuanya, diduga kuat ada permasalahan keluarga yang memicu korban melakukan tindakan tersebut," tambahnya.
Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, menggunakan ambulans setelah proses evakuasi yang melibatkan personel gabungan dari Polsek Petang, Sat Brimob, dan tim SAR. (*)
Editor : I Gede Paramasutha